Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Uni Eropa Berencana Buka Sektor Pariwisata Bulan Depan

Selasa 04 May 2021 12:00 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Ilustrasi.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Ilustrasi.

Foto: AP/Francisco Seco/Pool AP
Proposal pelonggaran membutuhkan persetujuan dari 27 negara anggota Uni Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Eksekutif Uni Eropa merekomendasikan pelonggaran pembatasan perjalanan mulai bulan depan. Pelonggaran ini diharapkan dapat menarik wisatawan asing dan kembali menggeliatkan industri pariwisata.

Proposal pelonggaran terbaru dari Komisi Eropa diajukan pada Senin (1/5). Proposal ini membutuhkan persetujuan dari 27 negara anggota Uni Eropa. Dalam proposal tersebut, hanya warga asing yang sudah divaksin Covid-19 yang dibolehkan masuk ke Uni Eropa. Selain itu, mereka harus berasal dari negara-negara dengan situasi epidemiologis yang baik.

"Saatnya menghidupkan kembali industri pariwisata dan persahabatan lintas batas dengan aman," tulis Presiden Komisi Ursula von der Leyen di Twitter.

Di bawah batasan saat ini, hanya pendatang dari tujuh negara termasuk Australia dan Singapura yang dapat memasuki Uni Eropa pada hari libur. Mereka tetap harus menjalani karantina atau tes virus corona ketika tiba di Uni Eropa.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan proposal itu diharapkan dapat disetujui pada bulan ini sehingga industri pariwisata bisa segera dibuka. "Kami ingin ini dilakukan sebelum perjalanan musim panas massal dimulai," ujarnya.

Pembatasan perjalanan karena Covid-19 telah menimbulkan kerugian besar pada industri pariwisata di Uni Eropa. Jika proposal baru disetujui, maka negara-negara Uni Eropa tertentu diharapkan dapat mengikuti pendekatan bersama yang baru.

Langkah-langkah lain untuk mendukung pariwisata musim panas ini yaitu mengizinkan perjalanan bagi warga dari sesama negara anggota Uni Eropa yang telah memegang sertifikat hijau. Sertifikat itu membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi, memiliki tes Covid-19 negatif, atau memiliki kekebalan setelah pulih.

"Sertifikat hijau untuk pemerintah Luksemburg adalah salah satu elemen yang akan memungkinkan kami untuk kembali ke keadaan normal secepat mungkin," kata Perdana Menteri Xavier Bettel.

Komisi Uni Eropa merekomendasikan agar orang-orang yang telah diinokulasi penuh dengan vaksin yang diakui Uni Eropa dapat masuk dari negara mana pun. Komisi juga mempertimbangkan risiko yang akan dihadapi jika memutuskan untuk mengizinkan wisatawan asing dari negara ketiga.

Untuk membatasi risiko mengimpor varian virus corona baru, Komisi Uni Eropa mengusulkan "rem darurat" baru. Rem darurat ini akan memungkinkan diberlakukannya pembatasan perjalanan dengan cepat dari negara-negara yang situasi kesehatan memburuk secara tajam. Negara-negara Uni Eropa akan meninjau situasinya setiap dua pekan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA