Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Laporan Keuangan Emiten Dorong IHSG Menguat Hari Ini

Selasa 04 May 2021 10:02 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (31/3). IHSG Selasa dibuka menguat dan terus naik 0,20 persen ke level 5.964,55.

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (31/3). IHSG Selasa dibuka menguat dan terus naik 0,20 persen ke level 5.964,55.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
IHSG Selasa dibuka menguat dan terus naik 0,20 persen ke level 5.964,55.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona positif pada perdagangan pagi ini, Selasa (4/5). IHSG dibuka menguat dan terus naik 0,20 persen ke level 5.964,55. Indeks LQ45 juga menguat 0,23 persen.

Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan penguatan IHSG ini sejalan dengan indeks saham Asia yang dibuka variatif dengan kecenderungan naik. "Hal ini didorong oleh laporan keuangan emiten yang keluar positif," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Selasa (4/5).

Pergerakan pasar saham juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memperlihatkan ekonominya masih terus tumbuh. Gubernur the Fed Jerome Powell mengatakan prospek ekonomi di AS semakin cerah meski pemulihan belum seimbang.

Dari Eropa, menurut riset, data Manufacturing PMI untuk zona Euro naik ke level 62,9 bulan April dari 62,5 pada bulan Maret. Meskipun lebih rendah dari perhitungan awal, angka tersebut merupakan pencapaian tertinggi.

Di sisi lain, sektor manufaktor Eropa juga menghadapi permasalahan yang sama dengan sektor manufaktor AS. Kedua kawasan tersebut mengalami kelangkaan bahan baku dan penundaan penerimaan suku cadang sehingga membuat biaya produkai meningkat. 

Untuk hari ini, riset Phillip Sekuritas Indonesia menyebut, investor di Asia sedang menantikan keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral Australia (RBA) dan rilis neraca Perdagangan bulan Maret Australia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA