Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Saat Pasukan Romawi Kocar-kacir Lawan Kaum Muslimin

Selasa 04 May 2021 07:45 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Saat Pasukan Romawi Kocar-kacir Lawan Kaum Muslimin. Ilustrasi pasukan Romawi

Saat Pasukan Romawi Kocar-kacir Lawan Kaum Muslimin. Ilustrasi pasukan Romawi

Foto: Flickr
Jumlah kaum Muslimin jauh lebih sedikit dari pasukan Romawi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah pasukan Islam saat Perang Yarmuk terjadi adalah 27 ribu personel, sementara pasukan Nasrani berjumlah 120 ribu. Dikutip dari buku Inilah Faktanya karya Utsman bin Muhammad al-Khamis, melihat kenyataan ini, para komandan pasukan Muslim mengirim surat kepada Abu Bakar Radhiyallahu Anhu guna memberitahukan situasi dan kondisi tersebut.

Mereka meminta dikirimkan bala bantuan. Kemudian, sang Khalifah menulis surat balasan kepada mereka: "Berkumpullah kalian menjadi satu pasukan karena pada hakikatnya setiap kalian adalah penolong Allah Azza wa Jalla. Dan, Allah Azza wa Jalla akan menolong siapa yang menolong-Nya serta mengalahkan siapa pun yang menentang-Nya. Sungguh, pasukan seperti kalian tidak akan kalah hanya karena kuantitas, tetapi perbuatan dosa dapat mengalahkan kalian, maka dari itu, menjauhlah kalian dari perbuatan dosa".

Baca Juga

Di Madinah, Abu Bakar Radhiyallahu Anhu bergumam: "Demi Allah, akan kusibukkan orang orang Nasrani dari bisikan setan mereka dengan kehadiran Khalid bin al-Walid". Lalu, dia memerintahkan Khalid bin Walid Radhiyallahu Anhu yang sedang berjihad di Irak bergegas ke Syam. Sesampainya di sana, dia akan dimandati sebagai pimpinan pasukan Muslim. Sebelum berangkat ke Syam, Khalid menunjuk al-Mutsanna bin Haritsah Radhiyallahu Anhu sebagai penggantinya di Irak. 

Baru kemudian dia menuju Syam bersama 9.500 prajuritnya. Khalid menempuh jalan yang tidak pernah dilalui orang-orang sebelumnya, supaya perjalanan menjadi singkat. Pasukan ini mengarungi gurun dan padang pasir yang luas, juga menyeberangi lembah-lembah. Untuk itu, Khalid menyewa Nafi bin Umairah at-Tha-i sebagai penunjuk jalan. 

Daerah yang pasukan Khalid lalui begitu gersang. Saat kehabisan air, mereka menyembelih unta kemudian memberi minum kuda-kuda dengan air yang tersimpan dalam punuk hewan ini. Akhirnya, mereka tiba di Syam setelah menempuh perjalanan selama lima hari.

Baca juga : Hidupkan Malam Terakhir Ramadhan Sesuai Kemampuan

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA