Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Nadiem: Pandemi Dorong Guru Keluar dari Zona Nyaman

Senin 03 May 2021 20:10 WIB

Red: Bayu Hermawan

Nadiem Makarim

Nadiem Makarim

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Nadiem mengatakan pandemi mendorong guru memahami belajar platform baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, pandemi mendorong para guru untuk ke luar dari zona nyaman. Selain para guru, orang tua juga dituntut berpartisipasi dalam pendidikan anak.

"Para guru dipaksa ke luar dari zona nyaman mereka selama ini dan belajar platform baru, serta memahami kekuatan platform baru tersebut dalam memberikan pembelajaran," ujar Mendikbudristek dalam International Webinar By 7 SEAMEO Centres Indonesia, di Jakarta, Senin (3/5).

Baca Juga

Nadiem melanjutkan, pandemi juga membuat orang tua berpartisipasi dalam pendidikan anak. Ia menilai, selama ini jarang orang tua membuka text book dan memahami kurikulum anaknya.

"Saya pikir ini adalah hal yang sangat positif di samping tingkat stress yang diakibatkan oleh pembelajaran jarak jauh ini," ucapnya.

Nadiem mengatakan, penggunaan teknologi antara guru, orang tua dan siswa adalah hal yang belum pernah dilihat sebelumnya. "Kolaborasi segitiga ini akan menciptakan kesempatan-kesempatan baru lain dalam meningkatkan partisipasi belajar," ujarnya.

Saat ini, menurut Nadiem, Indonesia harus dapat menghapus gap teknologi di seluruh negeri dan memberikan akses internet yang merata demi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. "Dan yang terpenting untuk meningkatkan hasil belajar adalah teknologi bagi para guru," kata Nadiem.

Menurutnya, teknologi bagi guru dapat mengurangi waktu guru dalam tugas-tugas manual dan fokus pada waktu berpikir dan kolaborasi bersama guru lain untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif. "Teknologi bagi guru akan memberikan pengaruh sangat besar terhadap mutu pendidikan di masa depan. Teknologi bagi guru juga bisa menciptakan tugas khusus bagi setiap siswa," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA