Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Israel akan Selidiki Insiden yang Tewaskan 45 Orang

Senin 03 May 2021 19:50 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Sejumlah petugas membawa jenazah korban yang meninggal saat perayaan Lag Baomer di Gunung Meron, Israel, Jumat (30/4). Insiden di festival keagamaan yang dihadiri oleh puluhan ribu orang Yahudi ultra-Ortodoks itu menewaskan puluhan orang dan membuat ratusan orang terluka. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bencana sipil paling mematikan di negara itu. (AP Photo/Sebastian Scheiner)

Sejumlah petugas membawa jenazah korban yang meninggal saat perayaan Lag Baomer di Gunung Meron, Israel, Jumat (30/4). Insiden di festival keagamaan yang dihadiri oleh puluhan ribu orang Yahudi ultra-Ortodoks itu menewaskan puluhan orang dan membuat ratusan orang terluka. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bencana sipil paling mematikan di negara itu. (AP Photo/Sebastian Scheiner)

Foto: AP/Sebastian Scheiner
Insiden terjadi saat penganut Yahudi ultraortodok berziarah ke makam Rabi Shimon.

REPUBLIKA.CO.ID, TELAVIV -- Lembaga pengawas otoritas Israel mengatakan akan menggelar penyelidikan terkait tewasnya 45 orang yang terinjak-injak dalam festival keagamaan pekan lalu. Mereka akan melihat apa yang terjadi pada acara yang digelar Gunung Meron ini.

"Hari ini saya mengumumkan saya berniat untuk membuka audit khusus yang akan menyelidiki situasi yang mengarah pada tragedi ini," kata Kepala Pengawas Otoritas Israel Matanyahu Englman, Senin (3/5).

Israel menggelar hari berkabung untuk mengenang peristiwa tersebut pada Sabtu (1/5) dan Ahad (2/5) kemarin. Beberapa tahun yang lalu Pengawas Pemerintah Israel telah melabelkan kompleks Gunung Meron sebagai tempat berbahaya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk menyelidiki penyebab bencana yang terjadi pada Kamis (29/5) dan Jumat (30/5) pekan lalu itu. Tenggat waktu mandat presiden untuk membentuk pemerintah baru usai pemilihan 23 Maret lalu akan berakhir pada Rabu (5/5) mendatang.

Pemerintah yang baru tampaknya harus menghadapi tekanan dari masyarakat yang menuntut adanya pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Saksi mata mengatakan melihat 'piramida' manusia yang kehabisan napas atau terinjak-injak di lorong selebar tiga meter di kegiatan yang ramai di Galilee.

Insiden ini terjadi saat puluhan ribu penganut Yahudi ultraortodok berziarah ke makam Rabi Shimon Bar Yochai yang diyakini dari abad ke 2. Peserta kegiatan ini merayakan Lag B'Omer dengan berdoa, bernyanyi dan berdansa sepanjang malam.

Festival ini dipisahkan berdasarkan gender dan medis mengatakan korban tewas dan terluka terkonsentrasi di bagian laki-laki. Polisi meminta anggota keluarga orang-orang yang masih hilang memberikan foto dan data informasi pribadi untuk membantu proses identifikasi.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA