Senin 03 May 2021 18:31 WIB

Klaster Pesantren Muncul Lagi di Purbalingga

Ada 25 santri pesantren yang dinyatakan positif Covid-19

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Gita Amanda
Ilustrasi Covid-19. Klaster Covid-19 kembali muncul di Kabupaten Purbalingga. Kali ini, kelompok yang terpapar Covid 19 berasal dari kalangan penghuni pondok pesantren (ponpes) dan klaster 'jenguk bayi'.
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19. Klaster Covid-19 kembali muncul di Kabupaten Purbalingga. Kali ini, kelompok yang terpapar Covid 19 berasal dari kalangan penghuni pondok pesantren (ponpes) dan klaster 'jenguk bayi'.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Klaster Covid-19 kembali muncul di Kabupaten Purbalingga. Kali ini, kelompok yang terpapar Covid 19 berasal dari kalangan penghuni pondok pesantren (ponpes) dan klaster 'jenguk bayi'.

''Dari dua klaster itu, sampai  saat ini ada sebanyak 43 orang terpapar Covid-19,'' jelas Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten Purbalingga drg Hanung Wikantono, Senin (3/5).

Baca Juga

Untuk klaster pesantren, menurutnya, terjadi di pesantren yang ada di Desa Majasari Kecamatan Bukateja. ''Di pesantren ini, ada 25 santri yang positif Covid-19,'' katanya.

Dia menyebutkan, adanya klaster pesantren ini terungkap saat tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan melakukan tes antigen massal di salah satu SMA di Bukateja. Dari hasil rapid tes tersebut, ternyata ada tiga siswa yang reaktif Covid-19.

Dari hasil tracing diketahui, ketiga siswa tersebut merupakan santri dari pesantren di Desa Majasari. ''Dari hasil tracing tersebut, kami melakukan testing pada seluruh kontak erat santri tersebut di pesantren. Hasilnya, ada 25 santri yang positif Covid-19,'' jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement