Senin 03 May 2021 17:10 WIB

Iran dan Irak Sepakat Cairkan Dana Beku Iran

Menteri energi Iran mengatakan pembayaran pertama diperkirakan dapat tersalurkan dalam beberapa hari mendatang - Anadolu Agency

Menteri energi Iran mengatakan pembayaran pertama diperkirakan dapat tersalurkan dalam beberapa hari mendatang - Anadolu Agency
Menteri energi Iran mengatakan pembayaran pertama diperkirakan dapat tersalurkan dalam beberapa hari mendatang - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Irak mencapai kesepakatan untuk mencairkan dana beku Iran di negara itu, dengan pembayaran pertama diharapkan tersalurkan dalam beberapa hari mendatang.

Kedua negara mencapai kesepakatan tentatif selama pertemuan antara Menteri Energi Iran Reza Ardakanian dan rekan sejawatnya dari Irak, Majid Mahdi Hantoush, di Teheran.

Baca Juga

Hantoush bersama delegasi tingkat tinggi Irak tiba di ibu kota Iran pada Sabtu untuk membahas kerja sama energi berkelanjutan antara kedua negara dan menyelesaikan utang gas dan listrik negaranya ke Teheran.

Dalam konferensi pers bersama, Ardakanian mengatakan Irak telah setuju untuk melunasi utang ke Iran, sambil berjanji Iran akan terus mengekspor listrik ke negara tetangganya itu.

Dia juga menegaskan bahwa sebagian dari dana yang dibekukan akan digunakan untuk mengimpor vaksin Sputnik V dari Rusia untuk memerangi pandemi Covid-19, sesuai instruksi Presiden Hassan Rouhani.

Ardakanian memastikan bahwa pengaturan terkait dengan Baghdad sudah berjalan dan angsuran dana pertama akan tersedia dalam "beberapa hari mendatang".

Sementara itu, Hantoush menegaskan bahwa kedua pihak setuju melanjutkan pasokan energi Iran ke Irak setelah menemukan cara untuk membuka blokir dana yang dibekukan.

Dana sebesar lebih dari USD5 miliar Iran tertahan di Irak, termasuk untuk biaya ekspor gas dan listrik, karena sanksi Amerika Serikat.

Sanksi AS selama bertahun-tahun telah mencegah Iran mengakses asetnya di beberapa negara, termasuk Irak.

Selama kunjungan ke Baghdad tahun lalu, kepala Bank Sentral Iran Abdolnasser Hemmati telah mencapai kesepakatan dengan pejabat Irak tentang pembebasan dana. Sejak itu, kedua pihak terus membahas masalah ini di berbagai tingkat.

Masalah ini juga dibahas selama kunjungan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein ke Teheran pada Februari.

Pada Sabtu, menteri energi Irak juga berdiskusi dengan Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh soal ekspor minyak dan gas, serta pencairan aset.

Dalam pertemuan tersebut, Zanganeh membicarakan "dua kesepakatan ekspor gas utama" antara kedua negara.

Irak sangat bergantung pada gas Iran untuk pembangkit listriknya di seluruh negeri, serta pada listrik Iran untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Utusan Iran untuk Baghdad Iraj Masjedi pada Jumat mengatakan kunjungan Hantoush ke Teheran bertujuan menemukan solusi untuk melunasi utang mereka dan meningkatkan kerja sama energi antara kedua negara.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/iran-dan-irak-sepakat-cairkan-dana-beku-iran/2227672
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement