Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Stok Aman, Menkes Minta Vaksinasi Kembali Dikebut

Senin 03 May 2021 14:44 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha

Pekerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK mengikuti vaksinasi Covid-19 di Gedung Bidakara, Jakarta, Selasa (27/4). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar program vaksinasi Covid-19 kembali dipercepat pada bulan ini meskipun masyarakat masih menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

Pekerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK mengikuti vaksinasi Covid-19 di Gedung Bidakara, Jakarta, Selasa (27/4). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar program vaksinasi Covid-19 kembali dipercepat pada bulan ini meskipun masyarakat masih menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Pemerintah menerima kedatangan 3,8 juta vaksin AstraZeneca dari Gavi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar program vaksinasi Covid-19 kembali dipercepat pada bulan ini meskipun masyarakat masih menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Menurutnya, stok vaksin Covid-19 di Tanah Air kembali mencukupi setelah pemerintah menerima kedatangan 3,8 juta vaksin AstraZeneca dari Gavi.

Selanjutnya, pemerintah juga akan kembali menerima kedatangan 1,8 juta vaksin AstraZeneca sehingga total vaksin yang akan diterima Indonesia yakni mencapai 5,6 juta. Selain itu, PT Biofarma juga akan memproduksi sekitar 18 juta vaksin Sinovac untuk bulan ini.

Baca Juga

“Sehingga, bahan baku vaksinnya cukup, Bapak-Ibu segera lakukan vaksinasi,” kata Menkes Budi seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/5).

Karena itu, Menkes meminta agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat dapat kembali dipercepat mengingat sejumlah varian mutasi Covid-19 dari India, Afrika Selatan, dan Inggris juga telah ditemukan di Indonesia.

“Bulan ini tolong didorong vaksinasinya walaupun puasa dan Lebaran karena memang sudah diizinkan,” kata dia.

Budi mengatakan, untuk mempercepat program vaksinasi nasional, pemerintah telah mengubah proses pelaksanaan vaksinasi dari yang sebelumnya peserta harus melewati empat meja untuk proses pendataan dan screening, kini menjadi hanya dua meja.

Baca juga: Jokowi: Vaksinasi Perlambat Laju Penularan Covid-19

“Tadinya prosesnya 4 meja langsung sekarang menjadi 2 meja dan waktu tunggunya bisa 15 menit. Dengan demikian, itu juga bisa mempercepat proses vaksinasi kita,” katanya menjelaskan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA