Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Indonesia akan Kembali Jadi Ketua ASEAN pada 2023

Senin 03 May 2021 13:25 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha

ASEAN. ndonesia akan kembali menjadi ketua Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) pada 2023 mendatang.

ASEAN. ndonesia akan kembali menjadi ketua Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) pada 2023 mendatang.

Foto: EPA-EFE/MUCHLIS JR/INDONESIAN PRESIDENTIAL PA
Upaya pemulihan ekonomi masih akan menjadi isu utama di ASEAN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia akan kembali menjadi ketua Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) pada 2023 mendatang. Sebelumnya, Indonesia sudah tiga kali menjadi Ketua ASEAN.

Selama masa kepemimpinannya saat itu, telah lahir berbagai gagasan besar yang menjadi landscape kerja sama ASEAN. Maka pada kepemimpinannya yang keempat kali nanti, diharapkan gagasan besar kembali lahir demi memperkuat Asean, baik bagi negara anggota maupun mitra dialog. 

“Pada Keketuaan di 2023, Indonesia harus kembali mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia, terutama di tengah usaha keras perekonomian dunia untuk recovery dari dampak pandemi Covid-19. Jadi, upaya-upaya pemulihan ekonomi masih akan menjadi isu utama, termasuk diprediksi bahwa dinamika perekonomian di 2023 masih dibayang-bayangi dampak pandemi,” tutur Rizal lewat siaran pers yang diterima Senin (3/5).

Ia juga mengggarisbawahi sinergi antara Keketuaan Indonesia di ASEAN dengan berbagai forum internasional seperti G-20 dan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). “Sinergi prioritas menjadi kata kunci guna memastikan kepentingan Indonesia dapat diwujudkan di ASEAN, APEC dan G-20. Keterlibatan aktif dalam forum-forum ini tidak lain untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Demi memperkuat dan mempertajam tema Keketuaan Indonesia tersebut, khususnya di bidang ekonomi, digelar Forum Group Discussion (FGD) yang merupakan kelanjutan dari FGD pertama (10 September 2020) dan kedua (17 Desember 2020) lalu. FGD menghadirkan tiga narasumber, yaitu Duta Besar (Dubes) Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk ASEAN Ade Padmo Sarwono, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, dan Direktur Eksekutif The Habibie Center (THC) Hadi Kuntjara, serta Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian Netty Muharni sebagai moderator.

Adapun lima area Priority Economic Deliverables (PED) yang dibahas yaitu economic recovery, sustainability, resilience, inclusiveness, dan digital economy. Beberapa usulan PED yang berkarakter Indonesia, seperti Blue & Green Economy, Tourism, Vokasi, Digitalization, Connectivity, UMKM, Creative Economy dan Sainstek. 

Pada akhir pertemuan diharapkan perlunya pembahasan usulan PED tersebut. Harapan ini disampaikan agar Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 dapat meningkatkan kepentingan ekonomi nasional dan kawasan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA