Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Komunitas Muslim di Minnepolis dan Ketegangan Rasial

Senin 03 May 2021 03:55 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Agung Sasongko

Muslim Amerika (Ilustrasi)

Muslim Amerika (Ilustrasi)

Foto: AP/Shafkat Anowar
Minneolis sempat diguncang ketegangan rasial.

REPUBLIKA.CO.ID, MINNEAPOLIS – Ramadhan kali ini tetap membuat Deonte Bryant semangat dalam menjalankan ibadah. Di dalam masjid bawah tanah yang remang-remang di selatan Minneapolis, dia tengah membaca Alquran.

Dengan sedikit aksen Amerikanya, penggalan ayat yang ia baca menjelaskan tentang apa yang terjadi ketika penganut agama membunuh penganut agama lain secara tidak sengaja

Baca Juga

“Ini mengingatkanku pada sesuatu, kasus George Floyd.

Akan tetapi kasus tersebut terjadi secara sengaja,” kata pria yang juga dipanggil Abu Bakar. George Floyd (46 tahun) meninggal di bawah lutut polisi Derek Chauvin beberapa meter dari Masjid Na’matul Islam.

Floyd meninggal karena mengalami sesak napas. Pada 21 April, Chauvin dihukum atas tiga dakwaan, termasuk pembunuhan tingkat dua. Selama berbulan-bulan setelah kematian Floyd, protes berkecamuk di seluruh dunia dengan seruan untuk keadilan rasial dan akuntabilitas polisi yang lebih besar.

Masjid Na’matul Islam terletak di ruang bawah tanah toko grosir Cup Foods. Di sana, komunitas Muslim lokal datang berduka dan melarikan diri dari rasa sakit dan kekacauan yang terjadi tahun lalu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA