Ahad 02 May 2021 20:11 WIB

Bupati: Momentum 51 Tahun Papua dalam NKRI Patut Disyukuri

Kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI patut disyukuri.

Bupati Asmat Elisa Kambu (kedua kiri) bersama sejumlah kepala daerah di wilayah selatan Provinsi Papua menyampaikan paparan saat beraudiensi dengan Komisi II DPR terkait usulan pembentukan Provinsi Papua Selatan di kompleks Parlemen, Jakarta, beberapa waktu lalu..
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Bupati Asmat Elisa Kambu (kedua kiri) bersama sejumlah kepala daerah di wilayah selatan Provinsi Papua menyampaikan paparan saat beraudiensi dengan Komisi II DPR terkait usulan pembentukan Provinsi Papua Selatan di kompleks Parlemen, Jakarta, beberapa waktu lalu..

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Bupati Asmat, Elisa Kambu, menyatakan, momentum 51 tahun kembalinya Irian Barat ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) patut disyukuri. Kini, kata dia, Bumi Cendrawasih sudah menjadi Provinsi Papua dan Papua Barat dalam bagian NKRI.

"Kita harus bersyukur berada di jalan yang benar dengan berada bersama NKRI sehingga sebagian besar rakyat sudah menikmati hasil pembangunan terutama hak dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Momentum 51 tahun sudah memberi kesempatan bagi orang Papua untuk memimpin sendiri di daerah, mulai dari gubernur, hingga bupati dan walikota," kata Bupati Kambu, Ahad (2/5).

Kambu mengatakan, dengan diberikannya kepercayaan memimpin bagi orang asli Papua (OAP) maka kewenangan sudah diberikan negara kepada warga Papua. Artinya, kata dia, tinggal bagaimana mengelolanya agar Papua maju dan sejahtera.

"Mari bergandengan tangan membangun Papua agar rakyat makin sejahtera," ajak Bupati Asmat.

Kambu berharap, masyarakat tidak mudah terprovokasi karena tidak ada alasan untuk membuat rakyat susah. Menurut dia, sudah saatnya masyarakat menikmati hasil pembangunan tanpa gangguan yang berarti.

"1 Mei merupakan hari bersejarah di Tanah Papua yaitu saat Irian Barat yang kini menjadi Provinsi Papua dan Papua Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi (NKRI) pada 1963," kata Kambu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement