Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Antisipasi Pengunjung, Desa Wisata Sepakung Siapkan Pos Jaga

Ahad 02 May 2021 14:38 WIB

Rep: Bowo S Pribadi/ Red: A.Syalaby Ichsan

Sejumlah wisatawan menikmati suasana matahari terbit di Gunung Telomoyo, Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Ahad (10/11/2019).

Sejumlah wisatawan menikmati suasana matahari terbit di Gunung Telomoyo, Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Ahad (10/11/2019).

Foto: Antara/Aji Styawan
Animo masyarakat lokal untuk berwisata masih cukup tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN—Pengelola Desa Wisata Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bakal mengoptimalkan fungsi pos jaga untuk melakukan screening pengunjung. Upaya ini dilakukan untuk  menekan risiko penyebaran Covid-19 pada saat libur Lebaran tahun ini.

Selain pos jaga, pengelola juga melakukan penataan penjual para pedagang kaki lima (PKL) dan menyiapkan kantong parkir guna mengantisipasi kepadatan kendaraan pengunjung Gumuk Reco maupun Puncak Telomoyo.

“Belajar dari pengalaman libur Lebaran di masa pandemi tahun lalu, kami telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung di Desa Wisata Sepakung,” kata Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri, Ahad (2/5).

Ia mengatakan, meski pemerintah telah mengeluarkan larangan bagi aktivitas mudik lebaran serta memperketat perjalanan orang antar daerah pada Lebaran tahun ini, namun animo masyarakat lokal untuk berwisata diperkirakan masih cukup tinggi.

Termasuk animo kunjungan masyarakat ke Desa Wisata Sepakung --yang memiliki atraksi alam unggulan wahana wisata Gumuk Reco serta Puncak Telomoyo-- diperkirakan juga masih cukup tinggi.

Dia mencontohkan, Gumuk Reco yang memiliki berbagai wahana wisata alam seperti jembatan kaca, ondo langit, ayuna langit dan sebaginya, diperkirakan masih akan menarik minat pengunjung. Demikian pula suasana puncak gunung Telomoyo.   

Masa libur lebaran kali ini masih dalam suasana pandemi, Pemerintah Desa (Pemdes) Sepakung bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat maupun pihak- terkait yang berwenang di gunung Teomoyo pun telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Termasuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan dan desa, penyiapan peralatan pendukung protokol kesehatan seperti thermo gun, fasilitas cuci tangan, area wajib masker dan sebagainya terus dioptimalkan persipannya.

“Pengetatan protokol kesehatan dan SOP pencegahan itu pasti, untuk mengontrol dan meminimalkan risiko penularan Covid-19 bagi kunjungan di Desa Wisata Sepakung,” jelas Ahmat Nuri.

Sementara itu, agar persoalan lonjakan kunjungan tidak menjadi hambatan, tentu juga akan dikontrol. Khusus untuk traffic kendaraan bermotor pengunjung, saat ini tengah disiapkan kantong parkir bagi pegunjung di Dusun Kenongo atau sebelum lokasi Gumuk Reco.

Dengan adanya kantong parkir bagi kendaraan roda empat dan roda dua tersebut, maka akses ke Gumuk Reco --pada saat jumlah pengunjung meningkat-- tidak akan terganggu oleh oleh kendaraan bermotor.

Sementara untuk kawasan puncak Telomoyo, nantinya akses menuju puncak Telomoyo akan bersih dari para pedagang (PKL) yang selama ini banyak terdapat di pinggir- pinggir jalan. Jalan menuju kawasan puncak pun relatif bersih dan tidak terkesan kumuh.

Sebagai solusi, pengelola telah menyiapkan tempat khusus bagi para pedagang di sekitar puncak Telomoyo dan di rest area di wilayah Dusun Pagergedok, atau pertengahan jalan menuju puncak Telomoyo.

“Kami selaku pengelola, juga senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Periwisata terkait dengan kebijakan kunjungan wisatawan di masa pandemi Covid-19 ini,” jelas Amat Nuri.      

Terkait dengan keamanan dan keselamatan lalu lintas pengunjung, pada saat libur Lebaran nanti juga akan mengoptimalkan pos jaga dan menempatkan petugas untuk memperingatkan agar pengunjung melakukan pendinginan rem kendaraannya terlebih dahulu.

Hal ini untuk menghindari risiko kecalakaan saat berkendara, karena medan yang didominasi oleh jalan menurun curam dan berkelak- kelok. “hal ini juga untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama saat pulang dari Deas Wisata Sepakung,” lanjutnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA