Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Respons 5 Parpol Islam Atas Lahirnya Partai Ummat

Ahad 02 May 2021 05:35 WIB

Rep: Tim Republika/ Red: Elba Damhuri

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi menggelar konferensi pers di Yogyakarta, Kamis (29/4). Konferensi pers ini menjelaskan terkait deklarasi Partai Ummat. Dalam partai ini Amien Rais menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Ummat.

Foto:
Partai Ummat menganut ideologi Islam dan siap tegakkan keadilan di Indonesia

Respons PAN: Kita Beda Ideologi

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengaku senang atas kehadiran Partai Ummat. Kehadiran Partai Ummat justru memastikan tidak akan ada konflik di tingkat internal PAN.

PAN mengucapkan selamat datang atas didirikannya Partai Ummat oleh Amien Rais, yang pernah menjabat ketua umum sekaligus pendiri PAN. 

Wakil Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi berharap Partai Ummat bisa sama dengan partai politik lainnya dengan menjalankan fungsi-fungsi konstitusionalnya dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Viva mengatakan PAN dan Partai Unmat memiliki ideologi yang berbeda. PAN memiliki ideologi nasionalis-religius, sedangkan sejak pertama kali diumumkan Partai Ummat mengusung ideologi Islam.

"Partai Ummat itu partai Islam. Keperbedaan ideologi politik tentu akan membawa konsekuensi berbeda dalam basis sosial di masyarakat," ujar Viva.

Viva menyakini hanya segelintir kader PAN yang bergabung dengan Partai Ummat. Artinya, tak ada bedol desa atau perpindahan yang massif anggota PAN ke Partai Ummat.

Jika ada mantan anggota maupun pengurus PAN yang masuk ke Partai Ummat, kata dia, hal tersebut bukan disebut sebagai bedol desa karena diklaimnya hanya sebagian kecil dan tak terlalu signifikan. 

Viva Yoga mempersilakan seluruh anggota DPRD kabupaten/kota maupun provinsi dari Fraksi PAN menentukan masing-masing pilihan politiknya.

Ia mengingatkan bahwa anggota DPRD PAN di tingkat manapun diyakini berakal sehat dan berpikir rasional.

"Mendirikan partai politik itu tidak semudah yang dibayangkan. Menurut Undang-Undang 7/2017 tentang Pemilu, parliamentary threshold yang lolos di Senayan itu empat persen. Dan untuk mendapatkannya tidak mudah, apalagi partai baru," kata Viva.

Respons PKS: Ceruk Pemilih Luas, Partai Ummat Bisa Rebut 

PKS menyambut baik...

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA