Sabtu 01 May 2021 17:04 WIB

Disdik Riau Kembali Hentikan Sekolah Tatap Muka

Provinsi Riau urutan ketiga nasional dan masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Sejumlah siswa dengan menjaga jarak dan menggunakan meja bersekat mengikuti pembelajaran tatap muka.
Foto: Prayogi/Republika.
Sejumlah siswa dengan menjaga jarak dan menggunakan meja bersekat mengikuti pembelajaran tatap muka.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengeluarkan instruksi kepada seluruh sekolah SMA/SMK sederajat. Instruksi itu untuk menghentikan sekolah tatap muka terbatas mengingat saat ini penyebaran Cocid-19 di wilayah itu makin meningkat.

"Kita kembali melaksanakan sekolah dengan sistem daring. Sekolah tatap muka terbatas kembali ditiadakan," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Zul Ikram di Pekanbaru, Sabtu (1/5).

Dia menjelaskan, peniadaan pembelajaran tatap muka dimulai pada 3 Mei 2021 sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Saat ini, Provinsi Riau berada pada urutan ketiga nasional dan masuk dalam zona merah dalam penyebaran Covid-19.

Zul Ikram menjelaskan, sejauh ini pembelajaran tatap muka terbatas di beberapa darah di Riau berlangsung dengan lancar. Namun melihat kondisi penyebaran Covid-19 secara umum semakin meningkat, maka dilakukan tindakan pencegahan dengan menghentikan belajar mengajar tatap muka hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Lebih baik dilakukan lebih awal di tingkat sekolah untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan," katanya.

Namun demikian, katanya, apabila nantinya keadaan kembali normal dan masuk zona hijau atau kuning, pembelajaran tatap muka kembali akan dijalankan menunggu instruksi Gubernur. Sesuai data hingga Jumat malam (30/4), jumlah pasien Covid-19 di Riau yang dirawat di rumah sakit sebanyak 893 orang, 3.938 orang menjalani isolasi mandiri, dan sembuh 38.348 orang. Sementara pasien Covid-19 yang meninggal dunia hingga saat ini mencapai 1.084 orang yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement