Sabtu 01 May 2021 16:21 WIB

Ridwan Kamil Luncurkan Gerakan Cinta Zakat Jabar

Tingkat kesadaran membayar zakat masayarakat semakin baik. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
 Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menunaikan pembayaran zakat mal kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar. Ijab kabul zakat berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/4/2021).
Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menunaikan pembayaran zakat mal kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar. Ijab kabul zakat berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/4/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan gerakan cinta zakat Jabar, Jumat (30/4). Gubernur juga dalam kesempatan itu menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat (Baznas Jabar) di Gedung Pakuan.

Acara penyerahan zakat yang bertema ‘Gerakan Cinta Zakat Jawa Barat’ ini dipimpin langsung oleh Drs. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd selaku Ketua Baznas Jabar. “Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia memiliki potensi zakat yang besar. Total penghimpunan zakat di Indonesia secara umum terus meningkat setiap tahunnya," ujar Ketua Baznas Jabar, Anang Jauharuddin.

Hal ini, kata dia, menunjukan bahwa tingkat kesadaran membayar zakat masayarakat semakin baik. Walaupun demikian, Baznas terus mendorong peningkatan pengumpulan zakat untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi dapat lebih dimaksimalkan.

Gerakan Cinta Zakat ialah gerakan nasional yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai salah satu upaya untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan zakat, infak, dan sedekah serta memastikan penyalurannya tepat sasaran, betul-betul sampai pada yang membutuhkan. 

Sebagai tindak lanjut Gerakan Cinta Zakat Nasional, Baznas Provinsi Jawa Barat mewujudkan gerakan yang sama dengan nama Gerakan Cinta Zakat Jawa Barat. Salah satu realisasi dari kegiatan ini ialah penerimaan zakat dari Gubernur Provinsi Jawa Barat, FORKOPIMDA, serta ASN di lingkungan Provinsi Jawa Barat.  

Selain itu, Baznas Provinsi Jawa Barat juga menginisiasi program ‘Kampong Nyaah ka Kolot’  dan pembangunan  layanan kesehatan dengan unggulan geriatri di Jawa Barat yang diawali dengan pemberian nama ‘Klinik Inggit Garnasih’ oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat.  

Anang berharap, program-program tersebut diharapkan dapat memperluas kebermanfaatan serta dapat membantu masyarakat khususnya para lansia dhuafa untuk merasakan kebahagiaan di usia senja mereka. "Kami mengajak semua elemen masyarakat Jawa Barat untuk mendukung program ‘Kampong Nyaah ka Kolot’, termasuk pendirian klinik ‘Klinik Inggit Garnasih’ di wilayah Jawa Barat," katanya.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menunaikan pembayaran zakat mal kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar. Ijab kabul zakat berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/4).  

"Saya hari ini seperti yang dilakukan Pak Presiden di Istana beberapa waktu lalu melakukan penyerahan zakat mal kepada Baznas," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Penyerahan zakat mal ini merupakan tindak lanjut dari gerakan cinta zakat nasional yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo pada 15 April 2021 lalu. 

Usai pembayaran zakat, Kang Emil menandatangani surat keputusan Gubernur untuk memulai pembangunan klinik kesehatan khusus untuk lansia. Layanan kesehatan yang akan diberi nama klinik Inggit Garnasih ini dibangun tanpa menggunakan dana APBD, tetapi dari pemanfaatan zakat, infak, sodaqoh yang dihimpun Baznas Jabar.

"Hari ini saya juga menandatangani surat keputusan dimulainya pembangunan klinik khusus lansia yang diberi nama klinik Inggit Garnasih. Ini murni tanpa APBD, bekerjasma dengan Baznas Jabar," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement