Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

India Kembali Cetak Rekor Kasus Baru Infeksi Virus Corona

Sabtu 01 May 2021 04:15 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Salah satu kerabat menunggu untuk melakukan upacara terakhir untuk korban COVID-19 di tempat kremasi di New Delhi, India,  Kamis (29/4). Delhi melaporkan 25.986 kasus baru, 368 kematian dalam 24 jam terakhir dan terus berjuang dengan pasokan oksigen.

Salah satu kerabat menunggu untuk melakukan upacara terakhir untuk korban COVID-19 di tempat kremasi di New Delhi, India, Kamis (29/4). Delhi melaporkan 25.986 kasus baru, 368 kematian dalam 24 jam terakhir dan terus berjuang dengan pasokan oksigen.

Foto: EPA-EFE/IDREES MOHAMMED
Dalam 24 jam terakhir kasus positif di India bertambah 386.452.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India kembali mencetak rekor kasus infeksi harian Covid-19. Dalam 24 jam terakhir kasus positif di India bertambah 386.452.

Jumat (30/4) Kementerian Kesehatan India juga melaporkan 3.498 kasus kematian. Sehingga total kasus kematian terkait virus korona di Negara Anak Benua menjadi 208.330.

Baca Juga

Pakar yakin jumlah kasus infeksi dan kematian sebenarnya lebih banyak tapi tidak diketahui persis berapa banyak. Respons pandemi India dirusak data yang mumpuni.

Lebih dari 350 ilmuwan menandatangani petisi online yang lebih meminta pemerintah merilis data mengenai sekuens varian baru virus korona, jumlah pasien yang sembuh dan bagaimana reaksi masyarakat terhadap vaksin. Dalam petisi itu disebutkan pakar non-pemerintah dan pakar pemerintah juga tidak dapat mengakses data hasil tes.

Sudah lebih seminggu India mencetak rekor jumlah kasus positif harian infeksi virus korona. Selama sepekan terakhir rata-rata kasus baru di negara itu di atas 350 ribu.

Kasus kematian juga naik tiga kali lipat dalam tiga pekan terakhir, mencerminkan intensitas lonjakan kasus infeksi yang sedang terjadi. Sejak awal pandemi India telah melaporkan 18,7 juta kasus infeksi.

Mereka berada di peringkat kedua  di dunia setelah Amerika Serikat sebagai negara dengan kasus infeksi terbanyak. Sementara peringkat keempat sebagai kasus kematian terbanyak.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA