Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

10 Persen Gunung Es Dunia Diprediksi Mencair Tengah Abad Ini

Sabtu 01 May 2021 03:12 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

File foto Pine Island Glacier, salah satu gletser di Antartika runtuh. ilustrasi

File foto Pine Island Glacier, salah satu gletser di Antartika runtuh. ilustrasi

Foto: esa via live science
Bumi diproyeksi kehilangan 10 persen es gletser.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sepersepuluh dari gletser gunung es dunia akan mencair pada pertengahan abad ini. Kabar ini diprediksi akan menjadi nyata walau umat manusia memenuhi apa yang disepakati dalam perjanjian iklim Paris.

Mencairnya gunung es jumlahnya setara dengan lebih dari 13.200 kilometer kubik air atau cukup untuk memenuhi Danau Superior, atau lebih dari 10m Stadion Wembley. Efek tidak langsung akan diderita delta sungai yang padat penduduk, habitat satwa liar dan permukaan laut.

Di beberapa daerah yang terkena dampak paling parah, termasuk Eropa tengah, Amerika Utara dan garis lintang rendah, massa gletser diperkirakan akan turun lebih dari setengahnya. Para ilmuwan mengatakan sebagian besar pencairan ini, yang tidak termasuk Greenland atau Antartika, tidak dapat dihindari.

Hal ini karena pemanasan global yang disebabkan oleh manusia dalam beberapa tahun terakhir. Namun, mereka mengatakan tindakan yang diambil pemerintah dunia dapat membuat perbedaan besar pada lanskap di paruh kedua abad ini.

"Apa yang kita lihat di pegunungan sekarang disebabkan oleh gas rumah kaca dua atau tiga dekade lalu," kata ahli glasiologi Ben Marzeion dari Universitas Bremen dilansir dari the Guardian pada Jumat (30/4).

"Di satu sisi, kita bisa melihatnya sebagai hari kiamat karena sudah terlambat untuk menghentikan pencairan banyak gletser. Namun penting juga bagi orang-orang untuk menyadari bagaimana keputusan yang diambil sekarang dapat memengaruhi bagaimana dunia kita akan terlihat dua atau tiga generasi dari sekarang," ujar Marzeion.

Marzeion mengekstrak data sintesis menggunakan lebih dari 100 model komputer yang dihasilkan oleh lembaga penelitian di seluruh dunia. Studi ini memproyeksikan berbagai kemungkinan perilaku dari sekitar 200 ribu gletser gunung di planet ini, bergantung pada jalur emisi dan pola sirkulasi cuaca yang berbeda.

Hasil yang dikumpulkan dianggap perkiraan paling akurat tentang bagaimana pegunungan akan kehilangan lapisan salju putih dan sungai es biru. Antara 2021 dan 2050, Marzeion menghitung kehilangan massa rata-rata untuk berbagai skenario adalah 13.200 Gt. Jumlah ini setara dengan mencairnya hampir lima kolam renang es Olimpiade setiap detik selama 30 tahun ke depan.

"Pemotongan emisi yang agresif hampir tidak akan memperlambat ini," ujar Marzeion.

Marzeion menyebut perbedaan antara skenario terbaik dan terburuk hanya kurang dari 20 persen sebab proyeksi ini sudah terkunci. Menurutnya, kondisi berbeda pada proyeksi paruh kedua abad ini jika keputusan yang diambil sekarang membuat perbedaan besar.

Dalam skenario emisi rendah, massa gletser saat ini diproyeksikan berkurang sekitar 18 persen pada tahun 2100, yang berarti akan menjadi perlambatan.

"Sebaliknya, dalam skenario emisi tinggi, kerugian akan semakin cepat mencapai 36 persen," ucap Marzeion.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA