Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

UEFA Gabung Kampanye Boikot Medsos

Jumat 30 Apr 2021 02:31 WIB

Red: Bayu Hermawan

Presiden UEFA Aleksander Ceferin

Presiden UEFA Aleksander Ceferin

Foto: EPA/MARTIAL TREZZINI
UEFA dukung kampanye boikot Medsos yang digalakkan otoritas sepak bola Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- UEFA bergabung dengan kampanye boikot media sosial yang digalakkan otoritas sepak bola Inggris seperti FA dan Liga Premier, untuk memerangi kekerasan daring.Dengan demikian, seluruh kanal resmi UEFA di berbagai media sosial akan melakukan aksi nonaktif mulai pukul 21.00 WIB Jumat sampai dengan 05.59 WIB Selasa (4/5).

Presiden UEFA Aleksander Ceferin memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif itu, menyatakan perlu ada aksi nyata untuk menghentikan persebaran kebencian dan kekerasan daring terhadap para pesepak bola dan kalangan lain yang terlibat di kompetisi sepak bola. "Ada kekerasan baik di dalam lapangan maupun di media sosial. Itu tidak bisa diterima dan harus dihentikan, dengan bantuan publik dan otoritas legislatif serta para raksasa operator media sosial," kata Ceferin dilansir laman resmi UEFA.

Baca Juga

"Membiarkan budaya kebencian tetap tumbuh subur tanpa sentuhan hukum adalah sesuatu yang berbahaya, sangat berbahaya, bukan hanya terhadap sepak bola, tetapi juga masyarakat pada umumnya," ujarnya menambahkan.

Ceferin juga mengapresiasi inisiatif yang ditempuh otoritas sepak bola Inggris, yang juga diperlihatkan secara solider oleh seluruh pelaku yang terlibat di dalamnya. "Ini saatnya sepak bola mengambil sikap dan saya terkesan dengan solidaritas yang diperlihatkan para pemain, klub dan segenap pemangku kepentingan," katanya.

"Saya mengajak segenap pihak baik itu pemain, klub maupun asosiasi negara, untuk mengajukan keluhan resmi setiap kali pemain, pelatih, wasit ataupun ofisial menjadi korban dari pesan-pesan daring yang tidak bisa diterima," ujarnya lagi.

"Kami sudah muak dengan para pengecut yang bersembunyi di balik anonimitas mereka untuk memuntahkan ideologi berbahaya mereka," tegas Ceferin.

Inisiatif yang dilakukan di Inggris diikuti oleh FA, Liga Premier, EFL (operator tiga liga di bawah Liga Premier), Liga Super Putri dan liga kasta kedua putri.

Baca juga : UEFA Tetap Ingin Final Liga Champions Digelar di Istanbul

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA