Kamis 29 Apr 2021 12:38 WIB

Merkel Ajak China Diskusi Secara Dalam tentang HAM

Jerman mengkritik catatan hak asasi manusia China.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah
Kanselir Jerman Angela Merkel.
Foto: AP/Hannibal Hanschke/Reuters Pool
Kanselir Jerman Angela Merkel.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman, Angela Merkel, mendesak Perdana Menteri China, Li Keqiang, untuk ikut dalam diskusi yang lebih luas tentang masalah hak asasi manusia, Rabu (28/4). Merkel mengatakan kepada rekannya itu bahwa hubungan antara negara yang sulit harus diselesaikan dengan perundingan.

"Berarti kita dapat mengatasi masalah yang sulit dan meletakkan semuanya di atas meja," ujar Merkel merujuk pada pembahasan kondisi kedua negara.

Baca Juga

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Kanselir, Merkel mengemukakan kritik Jerman terhadap catatan hak asasi manusia China. "Ada perbedaan pendapat di sini, terutama ketika kami memikirkan situasi di Hong Kong, misalnya," ujarnya.

"Kami sejauh ini selalu berhasil mengatasi masalah ini dengan baik; Saya berharap kita bisa menjalankan dialog hak asasi manusia lagi secepat mungkin," kata Merkel.

Pemimpin Jerman ini menyatakan keinginannya untuk melakukan pembicaraan mendalam. Pembicaraan tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan menteri kehakiman dari Jerman dan Cina.

Komentar itu muncul setelah Merkel dan Li memimpin konsultasi pemerintah yang luas tentang masalah-masalah seperti perang melawan penyebaran virus Corona, kerja sama ekonomi, dan topik lainnya. Pembicaraan itu diadakan secara virtual karena pandemi.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement