Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

...

MU Vs AS Roma: Tancap Gas Sejak Awal Leg Pertama

Kamis 29 Apr 2021 09:11 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer.

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer.

Foto: EPA-EFE/Peter Powell
Manchester United lebih difavoritkan dibanding AS Roma.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Jangan kasih kendor. Ungkapan itu agaknya tepat untuk menggambarkan nuansa duel semifinal Liga Europa musim 2020/2021 antara Manchester United (MU) vs AS Roma.

MU menjadi tuan rumah pada leg pertama. Tepatnya di Stadion Old Trafford, Manchester, Jumat (30/4) dini hari WIB. Jelas, the Red Devils tak ingin menyia-nyiakan kesempatan di depan mata.

Hanya lewat ajang ini, skuad polesan Ole Gunnar Solskjaer bisa berpesta. Itu karena kans MU menjadi jawara di Liga Primer Inggris nyaris tertutup. Liga Europa jadi santapan manis.

MU sedang dalam tren positif. Armada Iblis Merah belum terkalahkan dalam enam laga terakhir. Sebanyak lima pertandingan berhasil dimenangkan. Teranyar, MU ditahan imbang 0-0 Leeds United di Elland Road.

"Sekarang kami menuju Liga Europa. Kami harus memenangkannya. Itu menjadi fokus utama kami," kata bek kiri MU, Luke Shaw, dikutip dari laman resmi klubnya, Rabu (28/4).

Pernyataan Shaw bernada kepercayaan diri. Jika berkaca pada statistik, tak berlebihan jika tuan rumah di atas angin. Dalam empat pertemuan terakhir menghadapi Roma di Old Trafford, MU selalu meraih kemenangan.

Secara keseluruhan pasukan Solskjaer tidak terkalahkan dalam 17 laga kandang terakhir pada ajang Liga Europa. Sebanyak 13 pertandingan berhasil dimenangkan. Sisanya empat duel berkesudahan imbang.

Meski demikian, sang arsitek tim enggan jemawa. Solskjaer menunjukkan respek pada calon lawan. I Lupi, menurutnya, salah satu klub dengan sejarah mentereng di perhelatan sepak bola dunia.

"Kami tampil baik melawan tim-tim Italia. Kami akan melakukannya (lagi) dengan harapan mencapai final," kata Solskjaer dikutip dari UEFA.com.

Beralih ke kubu tamu. Penyerang La Magica, Edin Dzeko mengakui pihaknya tak diunggulkan dalam partai ini. United berstatus favorit. "Namun sepak bola adalah permainan tim. Kami harus bertindak sebagai satu kesatuan. Lalu segala sesuatu mungkin terjadi," ujar mantan juru gedor Manchester City itu.

Juru taktik Roma Paulo Fonseca pun membakar semangat anak asuhnya. Ia bangga, Roma satu-satunya klub Italia yang masih berkiprah di Benua Biru. "Kami puas berada di semifinal," ujar Fonseca.

Sama seperti MU, Roma juga berhasrat menjadi jawara. Hanya lewat ajang ini, Lorenzo Pellegrini dkk bisa lolos ke Liga Champions musim depan. Jika melihat situasi di Seri A Italia, rival sekota Lazio itu semakin tertinggal jauh dari zona empat besar.

Oleh karena itu, pertempuran sengit diprediksi langsung terjadi sejak leg pertama. Namun skuad I Lupi patut waspada. Elite Italia itu memiliki catatan negatif saat bertandang ke Inggris.

Sebelumnya, dalam 17 kunjungan ke Negeri Ratu Elizabeth, Roma hanya meraih satu kemenangan. Selebihnya Giallorossi terjungkal di 10 laga. Sebanyak tiga di antaranya terjadi di Old Trafford. Sisanya Roma mengantongi enam hasil imbang.

Duel ini menjadi partai emosional bagi dua penggawa AS Roma, Chris Smalling dan Henrikh Mkhitaryan. Baik Smalling maupun Mkhitaryan pernah berkostum MU.

Semifinal Liga Europa lainnya mempertemukan Villarreal vs Arsenal. Leg pertama berlangsung di Estadio de la Ceramica, Spanyol, markas the Yellow Submarine, Jumat (30/4) dini hari WIB.


Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA