Warga Majene Diizinkan Sholat Id di Lapangan dan Masjid

Red: Ani Nursalikah

 Kamis 29 Apr 2021 08:19 WIB

Warga Majene Diizinkan Sholat Id di Lapangan dan Masjid Foto: ANTARA/Zabur Karuru Warga Majene Diizinkan Sholat Id di Lapangan dan Masjid

Jamaah harus menerapkan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Pemerintah Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat bersama Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) setempat mengizinkan pelaksanaan sholat Idul Fitri di lapangan dan masjid-masjid di daerah itu, tetapi harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Penjabat Sementara Sekretaris Kabupaten Majene Suyuti Marzuki, Rabu (28/4), mengatakan, walaupun daerah itu termasuk salah satu daerah terbaik penanganan protokol kesehatan Covid-19, namun sosialisasi terhadap penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan.

Baca Juga

Ia mengaku setuju jika pelaksanaan sholat Idul Fitri dilaksanakan di lapangan, sebab menurutnya, penyebaran virus lebih mudah terjadi di dalam ruangan dibandingkan dengan area terbuka. "Kalau di masjid kan tertutup sehingga perlu pembatasan kapasitas jamaah, yakni maksimal 50 persen. Tetapi kalau di lapangan areanya terbuka sehingga bisa menampung lebih banyak jamaah. Namun, panitia harus mengingatkan jamaah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan pakai masker," kata Suyuti.

Ketua MUI Sulbar Napis Djuaeni juga mendukung pelaksanaan sholat Idul Fitri di masjid-masjid dan di lapangan terbuka, tetapi tetap harus menerapkan secara ketat protokol kesehatan. Masyarakat menurut Napis, banyak yang merindukan melaksanakan sholat Idul Fitri bersama sama, baik di lapangan maupun di masjid.

"Diperbolehkan melaksanakan Sholat Ied, baik di masjid atau lapangan. Namun, perlu kesepakatan agar tetap menerapkan protokol kesehatan, hati-hati ada kerumunan. Takbiran sebaiknya dilaksanakan di rumah saja atau di masjid," ucapnya.

Asisten I Sekretariat Kabupaten Majene Nadlah Fattah menyampaikan, pelaksanaan sholat Idul Fitri oleh pemerintah setempat akan dilaksanakan di Lapangan Prasamya. "Untuk khatib, imam dan penuntun sholat telah disediakan tiga sampai lima nama kemudian akan diserahkan ke Bupati Majene. Terkait hal teknis lainnya, seperti sarana kebersihan pengangkut sampah, tim kesehatan hingga kelengkapan lainnya juga sudah disiapkan," kata Nadlah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X