Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

India Gunakan Masjid Sebagai Bangsal Covid-19

Rabu 28 Apr 2021 17:56 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

India Gunakan Masjid Sebagai Bangsal Covid-19. Umat Muslim sholat dan berbuka puasa pada hari pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Jama, di New Delhi, India, Rabu, 14 April 2021.

India Gunakan Masjid Sebagai Bangsal Covid-19. Umat Muslim sholat dan berbuka puasa pada hari pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Jama, di New Delhi, India, Rabu, 14 April 2021.

Foto: AP/Manish Swarup
Pasokan oksigen menjadi kendala di rumah sakit dan bangsal Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Rumah sakit dan fasilitas medis di India kewalahan akibat lonjakan kasus Covid-19. Muslim India pun turut membantu pasien-pasien kritis dengan menyiapkan pasokan oksigen dan tempat tidur pasien.

Pada Selasa (27/4), India melaporkan 323.144 infeksi baru dengan total lebih dari 17,6 juta kasus. Kementerian Kesehatan India juga melaporkan 2.771 kematian lainnya dalam 24 jam terakhir, dengan 115 orang India meninggal karena penyakit tersebut setiap jamnya. 

Baca Juga

Para ahli mengatakan angka-angka itu kemungkinan besar di bawah perhitungan. Jumlah infeksi meningkat dua kali lipat dalam 13 hari terakhir karena beberapa negara bagian terus menderita kekurangan tempat tidur dan suplai oksigen medis di rumah sakit.

Untuk mengatasi peningkatan jumlah, kelompok Muslim telah mengubah masjid menjadi fasilitas perawatan Covid-19. Di antaranya masjid Jahangirpura di negara bagian barat kota Vadodara Gujarat yang telah diubah menjadi rumah sakit yang menampung 50 tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19.

“Situasi Covid-19 di kota tidak baik dan orang-orang tidak mendapatkan tempat tidur di rumah sakit, jadi kami memutuskan membuka fasilitas untuk memberikan bantuan kepada orang-orang,” kata Irfan Sheikh, pengawas masjid, dilansir dari Arab News, Rabu (28/4).

Setelah masjid dibuka untuk fasilitas kesehatan, 50 tempat tidur tersebut langsung terisi penuh. "Anda bisa membayangkan tekanan seperti apa yang ada di rumah sakit," lanjut Sheikh.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA