Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Satgas: Jangan Khawatir Soal Suplai Vaksin Covid-19

Rabu 28 Apr 2021 05:10 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani

Vaksin Covid 19 (ilustrasi).

Vaksin Covid 19 (ilustrasi).

Foto: Flickr
Pemerintah memastikan jumlah pasokan vaksin masih aman dan mencukupi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memastikan jumlah pasokan vaksin masih aman dan mencukupi untuk program vaksinasi Covid-19. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, pemerintah terus berupaya mendatangkan suplai vaksin, baik dari skema kerja sama antarnegara atau melalui skema Covax Facility.  

"Saya meminta masyarakat untuk tidak khawatir akan berkurangnya suplai vaksin. Pemerintah terus berusaha secara maksimal memenuhi kebutuhan vaksin di dalam negeri," ujar Wiku dalam keterangan pers, Selasa (27/4).

Kekhawatiran terkait menipisnya pasokan vaksin Covid-19 memang sempat muncul. Presiden Jokowi menargetkan sedikitnya 70 juta penduduk Indonesia sudah divaksinasi pada Juli 2021. Padahal, jumlah dosis vaksin yang dimiliki Indonesia saat ini belum mencapai angka itu.

Pada Senin (26/4) lalu, Indonesia kembali menerima 3,8 juta dosis vaksin AstraZeneca dengan skema Covax Facility. Total, Indonesia telah terima 4,9 juta dosis vaksin AstraZeneca. Hingga saat ini Indonesia telah menerima sedikitnya 65 juta dosis vaksin Covid-19 yang datang dalam 9 tahap, terdiri dari vaksin jadi Coronavac dari China, bulk vaksin Sinovac dari China, dan vaksin AstraZeneca dari Inggris yang dikirim melalui skema Covax Facility.

Meski vaksinasi Covid-19 terus bergulir, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak abai dalam menjalankan protokol kesehatan. Vaksin disebut bukan jaminan seseorang terbebas dari infeksi virus corona. Vaksin berguna untuk mengurangi risiko keparahan dari infeksi dan menekan angka kematian akibat Covid-19.

"Meski demikian, saya ingatkan bahwa vaksin bukan formula ajaib yang dapat serta merta entaskan pandemi. Selama kekebalan komunitas belum terbentuk, masyarakat tetap wajib menjalankan prokes dalam kegiatan sehari-hari. Tidak ada alasan untuk lalai menerapkan protokol kesehatan," kata Wiku.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA