Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Jika Gojek-Tokopedia Jadi Merger, Maka Apa Untungnya?

Selasa 27 Apr 2021 23:49 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Jika Gojek-Tokopedia Jadi Merger, Maka Apa Untungnya? Ini Dia . . . . (Foto: Gojek)

Jika Gojek-Tokopedia Jadi Merger, Maka Apa Untungnya? Ini Dia . . . . (Foto: Gojek)

Jika lahir, GoTo akan memberi keuntungan bagi Gojek ataupun Tokopedia

Kabar merger Gojek dan Tokopedia meramaikan pemberitaan beberapa waktu belakangan ini. Bahkan, ada laporan yang menyebut kalau Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo akan memimpin entitas gabungan Gojek-Tokopedia, GoTo.

Jika benar-benar lahir, GoTo akan memberi keuntungan bagi Gojek ataupun Tokopedia. Tokopedia bakal mendapat akses ke GoSend alias layanan logistik Gojek, sedangkan Gojek terhubung dengan e-commerce Tokopedia.

Melalui GoTo, 2 raksasa internet Indonesia itu dapat melakukan IPO ganda di Tanah Air dan AS pada tahun ini. "Setiap potensi merger bakal didorong oleh konvergensi. Layanan yang kedua perusahaan beri begitu saling melengkapi sehingga akan menggabungkan skala secara signifikan," kata Analis Senior Telekomunikasi, Media, dan Teknologi di Fitch Solutions, Kenny Liew.

Baca Juga: Elon Musk Untung Karena Bitcoin, Komitmen Investasi Kripto Tesla Gak Main-Main

Baca Juga: Investor Gojek Ini Pakai Yuan Digital Buat Gaji Karyawan

Liew menambahkan, pemain gabungan juga berpotensi memiliki keberlanjutan lebih dari segi finansial, sebab aliran pendapatannya lebih beragam. Misalnya, perpaduan Uber, DoorDash, Flipkart, dan Alipay.

"Keragaman biasanya mirip dengan pemain teknologi raksasa yang berbasis di China dan AS, umumnya diterima dengan baik oleh investor pasar publik," imbuh Liew.

Mengutip KrAsia, Selasa (27/4/2021), dengan begitu, layanan Gojek akan semakin meluaskan pasar di Asia Tenggara; mengejar persaingan dengan Grab. Saat ini, Gojek baru hadir di 4 pasar, yakni: Thailand, Vietnam, Singapura, dan Indonesia.

Di sisi lain, Grab sudah memasuki 4 pasar yang sama, begitu juga dengan Malaysia, Filipina, dan Myanmar. Bahkan, Grab juga bekerja sama dengan JapanTaxi sehingga membuat pengguna dapat memesan taksi di sejumlah tempat wisata terkenal di Jepang.

Karena itu, Gojek tampaknya akan berfokus pada ekspansi di regional. Tahun lalu, Gojek menggabungkan mereknya di Thailand dan Vietnam. Sementara di Singapura, Gojek berniat merilis produk baru, seperti pemesanan taksi, layanan korporat, dan kendaraan besar.

Demi dapat meningkatkan kemampuan bersaing dengan Grab, langkah itu penting. Apalagi, Grab telah mengumumkan rencana melantai di bursa Amerika Serikat (AS) lewat SPAC dengan Altimeter Growth Corporation.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA