Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Ketika Sa’ad bin Abi Waqqash Diminta Berhenti Memeluk Islam

Rabu 28 Apr 2021 05:15 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Ketika Sa’ad bin Abi Waqqash Diminta Berhenti Memeluk Islam. Sahabat Nabi (Ilustrasi)

Ketika Sa’ad bin Abi Waqqash Diminta Berhenti Memeluk Islam. Sahabat Nabi (Ilustrasi)

Foto: Republika
Rasulullah sendiri sering memanggilnya dengan sebutan paman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqash atau nama aslinya Sa’ad bin Malik az-Zuhri masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah dari pihak ibu, Siti Aminah.

Rasulullah sendiri sering memanggilnya dengan sebutan paman. Dia adalah pahlawan perang Qadisiyah, Pembebas Madain dan wilayah Persia.

Baca Juga

Dijelaskan dalam buku Sirah 60 Sahabat Nabi Muhammad SAW oleh Ummu Ayesha, Sa’ad memeluk Islam ketika usianya baru menginjak 17 tahun. Saat jiwanya sedang bergejolak dan mencari jati diri, dia justru sudah menemukan ketenangan dalam ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Meski begitu, selama hidupnya juga mengalami rangkaian rintangan, terlebih yang datang dari ibunya sendiri. Saat mengetahui anaknya memeluknya Islam, sang ibu melakukan mogok makan dan minum.

Sa’ad tidak berpengaruh dengan ancaman ibunya. Dia tetap membujuknya agar mau makan dan minum. Sayangnya, sang ibu masih berkeras untuk tidak menerima tawaran tersebut hingga tubuhnya menjadi lemas.

Sa’ad yang berhati lembut merasa sedih, tapi keimanannya kepada Allah sangat besar. Keteguhan iman dan kebeningan hati Sa’ad membuat doanya makbul dan sang ibu menyerah mogok makan dan minum.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA