Selasa 27 Apr 2021 08:00 WIB

Pakistan Siap Dialog dengan India Soal Kashmir dengan Syarat

Dialog dengan India soal Kashmir siap dilakukan Pakistan.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Muhammad Hafil
Pakistan Siap Dialog dengan India Soal Kashmir dengan Syarat. Foto: Seorang tentara paramiliter India berjaga di luar pos paramiliter selama pemogokan untuk menandai peringatan kematian pemimpin separatis Maqbool Bhat di Srinagar, Kashmir yang dikendalikan India, Kamis (11/2).
Foto: AP / Dar Yasin
Pakistan Siap Dialog dengan India Soal Kashmir dengan Syarat. Foto: Seorang tentara paramiliter India berjaga di luar pos paramiliter selama pemogokan untuk menandai peringatan kematian pemimpin separatis Maqbool Bhat di Srinagar, Kashmir yang dikendalikan India, Kamis (11/2).

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD - Pakistan mengatakan siap untuk terlibat dalam dialog dengan India. Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi  mensyaratkan hal itu jika negara tetangganya di timur bersedia kembali pada tindakannya di wilayah Kashmir yang disengketakan.

Qureshi juga menyambut baik pencairan hubungan antara kedua negara baru-baru ini. "Jika India bersedia meninjau kembali beberapa keputusan yang mereka ambil pada 5 Agustus 2019, Pakistan akan sangat senang untuk terlibat, duduk dan berbicara tentang perbedaan kami dan duduk dan, melalui dialog, menyelesaikan masalah yang luar biasa," kata Qureshi seperti dikutip laman Aljazirah, Senin (26/4).

Baca Juga

Hal itu merujuk pada langkah India pada 2019 untuk mencabut status konstitusional khusus Kashmir yang dikelola India dan meluncurkan tindakan keras yang meluas di wilayah tersebut. Pernyataan Qureshi sejalan dengan laporan eksklusif Aljazirah tentang tindakan tertentu yang dicari Pakistan terkait dengan Kashmir untuk memulai kembali pembicaraan bilateral.

Seperti diketahui, Kashmir merupakan wilayah Himalaya yang diklaim kedua negara secara penuh, tetapi dengan porsi yang terpisah. Tindakan tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada, pembalikan dugaan perubahan demografis di Kashmir, pembebasan tahanan politik, pemulihan status kenegaraan di wilayah tersebut, pencabutan semua pembatasan komunikasi dan pergerakan, dan pengurangan jumlah pasukan India.

Kementerian Luar Negeri India belum mengomentari pernyataan menteri luar negeri Pakistan atau laporan Aljazirah. Hubungan antara tetangga bersenjata nuklir hampir dibekukan sejak Februari 2019, ketika serangan oleh kelompok bersenjata terhadap pasukan keamanan India di Kashmir yang dikelola India memicu kebuntuan militer dengan Pakistan yang membuat kedua negara saling mengebom wilayah satu sama lain.

Baca juga : Santri Boleh Mudik: Beda Sikap Antara Khofifah dan Ganjar

 

sumber : Al Jazeera
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement