Selasa 27 Apr 2021 03:30 WIB

Pekan kedua Ramadhan Harga Sembako Turun

Penurunan terjadi karena menurunnya permintaan dan pasokan cukup

Unsur Forkopimda Kota Sukabumi memantau harga sembako jelang Natal dan Tahun Baru di Pasar Gudang, Selasa (22/12)
Foto: riga nurul iman
Unsur Forkopimda Kota Sukabumi memantau harga sembako jelang Natal dan Tahun Baru di Pasar Gudang, Selasa (22/12)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Tepat di pekan kedua Ramadhan 1442 H, harga sejumlah komoditas barang pokok (sembako) dan bahan penting lainnya yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kota Sukabumi, Jawa Barat terus mengalami penurunan.

Informasi yang dihimpun dari petugas pencatat fluktuasi harga Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri (Diskopdagrin) Kota Sukabumi, komoditas sembako yang mengalami penurunan harga antara lain telur ayam broiler, cabai merah besar, cabai hijau, cabai keriting hijau dan cabai rawit hijau."Penurunan harga sejumlah komoditas sembako itu ini dikarenakan permintaan di pekan kedua Ramadhan ini cenderung menurun, namun pasokan dan persediaan mencukupi dan meningkat, sehingga harganya terpicu turun," kata Kasi Pengawasan Barang Diskopdagrin Kota Sukabumi Moh Rifki di Sukabumi, Senin (26/4).

Adapun data penurunan harga tersebut untuk telur ayam yang awalnya Rp25 ribu menjadi Rp24 ribu/kg atau turun Rp1.000/kg, kemudian cabai merah besar TW turun dari Rp48 ribu menjadi Rp44 ribu/kg, cabai hijau dari Rp25 ribu menjadi Rp24 ribu/kg, cabai keriting hijau harganya kembali turun pada Senin ini dari Rp 24 ribu menjadi Rp 22 ribu/kg.

Menurutnya, dari hasil pendataan tersebut beberapa komoditas yang harganya turun pada Senin, (26/4) ini di haril sebelumnya juga mengalami penurunan harga salah satunya cabai merah besar TW turun dari Rp52 ribu menjadi Rp48 ribu/kg.Fluktuasi harga bapokting khususnya yang terjadi di pasar tradisional masih dalam batas kewajaran. Selain itu, pada Ramadhan ini harga selalu bergerak yang biasanya di awal bulan suci umat Islam ini harga naik kemudian setelah beberapa hari Ramadhan harganya kembali turun.

Kemudian, harga biasanya terpicu naik mendekati atau beberapa hari menjelang perayaan Idul Fitri yang dikarenakan permintaan warga meningkat, sebab sudah menjadi kebiasaan bahkan budaya masyarakat Kota Sukabumi khususnya yang muslim merayakan lebaran dengan cara memasak hidangan khas.

Pihaknya terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti Bulog maupun satgas pangan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga salah satunya dengan melakukan operasi pasar."Kami pun mengimbau kepada warga agar tidak panik apalagi sampai melakukan aksi borong barang yang bisa memicu naiknya harga komoditas sembako dan dari hasil pendataan persediaan pangan mencukupi hingga lebaran," tambahnya.

Di sisi lain, untuk komditas cabai meskipun mayoritas jenis cabai mengalami penurunan, tapi ada beberapa jenis yang harganya naik seperti cabai rawit merah dari Rp46 ribu mrnjadi Rp54 ribu/kg dan bawang merah Jawa naik dari Rp 28ribu menjadi Rp 30 ribu/kg.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement