Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

CEO Leeds Kecam Klaim Big Six Liga Primer Inggris

Senin 26 Apr 2021 19:15 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Para pemain Leeds United mengenakan kaus protes anti Liga Super Eropa saat melakukan pemanasan jelang pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Leeds United melawan Liverpool di stadion Elland Road di Leeds, Inggris, Selasa (20/4) dini hari WIB.

Para pemain Leeds United mengenakan kaus protes anti Liga Super Eropa saat melakukan pemanasan jelang pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Leeds United melawan Liverpool di stadion Elland Road di Leeds, Inggris, Selasa (20/4) dini hari WIB.

Foto: Clive Brunskill / Pool via AP
CEO Leeds nilai klaim Big Six tak pantas oleh klub-klub pencetus ESL.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Leeds United Angus Kinnear mengecam tim yang memproklamirkan diri sebagai Big Six atau enam besar Liga Primer Inggris ketika mengumumkan Liga Super Eropa (ESL) sepekan lalu. Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United dan Tottenham Hotspur adalah bagian dari grup 12 klub yang meluncurkan ESL.

Proposal tersebut termasuk kesepakatan bahwa enam klub Inggris, serta sesama anggota pendiri Atletico Madrid, Barcelona, ​​Inter Milan, Juventus, Milan dan Real Madrid, akan bermain setiap tahun untuk kompetisi tersebut, terlepas dari penampilan di liga domestik mereka.

Baca Juga

"Dua pekan lalu, kami meninggalkan Stadion Etihad dengan perasaan bahwa Manchester City tidak terima direndahkan oleh Leeds United yang rendahan, tetapi kami tidak pernah bisa memprediksi bahwa itu akan menjadi katalis bagi mereka untuk menciptakan liga mereka sendiri di mana mereka tidak akan pernah memilikinya,"  kata Kinnear dikutip dari The World Game, Senin (26/4), merujuk kemenangan mengejutkan Leeds 2-1 atas Man City dua pekan lalu. 

"Keberanian Leeds United yang bangkit kembali, Aston Villa yang ambisius, Leicester City yang dikelola dengan brilian, West Ham United yang terikat Liga Champions, dan Everton dengan rencana stadion yang berani jelas telah mengalahkan 'enam besar' yang diproklamirkan sendiri," imbuh Kinnear.

Reaksi penolakan yang luas menyebabkan jatuhnya kompetisi dalam waktu 48 jam sejak pengumuman awal. Semua tim Liga Primer mengundurkan diri pada Selasa, meskipun presiden UEFA Aleksander Ceferin telah menjelaskan masih ada konsekuensi untuk pihak-pihak yang telah terlibat.

"Apakah niat kolektif itu benar-benar langkah untuk memisahkan diri atau tindakan para pengganggu yang berusaha menegosiasikan pengaruh di tingkat Eropa dan domestik dengan mengancam untuk membuat turnamen bola mereka sendiri tidaklah relevan," kata Kinnear.

Menurutnya ini adalah pengkhianatan terhadap setiap pendukung sepakbola sejati. Bagaimana pun, kata dia, ini sangat mencengangkan, karena telah menjadi katalisator tak terduga untuk menciptakan persatuan yang kuat di seluruh negara, liga, pemain, pemilik, dan penggemar.

"Saya bangga melihat pendukung Leeds United dan Liverpool berdiri bahu-membahu sebagai protes sebelum pertandingan yang sekali lagi menunjukkan bahwa kami sudah berada di Liga Super," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA