Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Kasus Covid Baru Ditemukan, Fiji Lakukan Karantina di Suva

Senin 26 Apr 2021 08:02 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah

virus corona (ilustrasi).

virus corona (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Fiji lakukan penyelidikan besar-besaran terhadap salah satu kasus Covid terbaru.

REPUBLIKA.CO.ID, SUVA — Pemerintah Fiji memutuskan untuk melakukan karantina wilayah (lockdown) di Ibu Kota Suva. Hal ini menyusul ditemukannya empat kasus terbaru dari infeksi virus Corona jenis baru (Covid-19).

Otoritas kesehatan Fiji saat ini dilaporkan melakukan penyelidikan besar-besaran terhadap salah satu kasus Covid-19 terbaru yang disebut ‘misterius’. Suva secara efektif akan diisolasi hingga 14 hari ke depan.

Baca Juga

Pihak berwenang juga memisahkan wilayah Nadi dan Lautoka yang sejak seminggu lalu diisolasi karena ditemukannya kasus Covid-19 pada salah satu orang, yang merupakan seorang tentara. Ada satu karyawan hotel yang tertular sehubungan kasus ini.

Dari empat kasus Covid-19 terbaru di Fiji, seluruhnya berasal dari tentara yang berada di fasilitas isolasi dan karantina terkelola (MIQ) negara. Namun, ada satu kasus yang diketahui terkait dengan seorang perempuan di Makoi, wilayah luar Suva.

Menteri Kesehatan Fiji James Fong mengatakan belum dapat mengetahui pergerakan orang-orang dalam kasus terbaru. Saat ini diupayakan untuk dapat mengindentifikasi seluruh kontak yang mereka lakukan.

Sebagai langkah pencegahan virus yang ketat, Pemerintah Fiji juga melakukan lockdown di Lami, Nasinu, dan Nausori, yang merupakan wilayah kota terdekat dari Makoi. Menurut Fong, tindakan lebih lanjut masih dalam pertimbangan untuk melindungi masyarakat negara itu.

“Saat kamu menerima informasi lebih lanjut mengenai kasus Makoi, akan ada langkah yang lebih sesuai untuk ini," ujar Fong, dilansir New Zealand Herald, Senin (26/4).

Fong mengatakan pemerintah bertujuan mencegah orang-orang untuk bepergian yang tidak perlu. Dengan demikian, potensi penularan akan semakin rendah.  “Kami pernah mengalami situasi ini sebelumnya, jadi ini seharusnya sudah biasa bagi semur orang,” jelas Fong.

Saat lockdown, orang-orang di Fiji hanya dapat meninggalkan rumah untuk mengakses layanan penting atau pergi supermarket. Pemerintah terus mengingatkan warga Fiji untuk menghindari pertemuan sosial yang besar dan tinggal di dalam rumah. Meski demian, tidak diwajibkan bagi orang untuk tinggal di dalam ruangan.  “Jika perlu berjalan-jalan atau berolahraga, Anda boleh melakukannya, tetapi kenakan masker dan jaga jarak sosial saat Anda harus keluar," kata Fong.

Fiji sejauh ini telah mengkonfirmasi 91 kasus Covid-19. Sebanyak 24 diantaranya merupakan kasus aktif. Sementara, 65 orang telah pulih dan terdapat dua kematian terkait penyakit wabah.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA