Senin 26 Apr 2021 05:36 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Pekan Ini

Penguatan IHSG didukung bauran kebijakan pemangku kepentingan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). IHSG diperkirakan berpeluang konsolidasi menguat pada pekan keempat bulan April ini.
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). IHSG diperkirakan berpeluang konsolidasi menguat pada pekan keempat bulan April ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang konsolidasi menguat pada pekan keempat bulan April ini. Sentimen dari dalam negeri disebut menjadi katalis positif bagi pasar saham.

Lembaga Pemeringkat Rating and Investment Information, Inc (R&I) mempertahankan peringkat Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB+/outlook stabil (Investment Grade).

Baca Juga

"Hal ini menunjukkan keyakinan internasional atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia di tengah pandemi Covid-19," kata Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, Ahad (25/4). 

Menurut Hans, kondisi tersebut didukung oleh kredibilitas kebijakan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI). Ekonomi Indonesia diperkirakan kembali tumbuh ke level sebelum pandemi Covid-19 dalam satu hingga dua tahun ke depan. 

Rasio utang Pemerintah Indonesia termasuk terendah dibandingkan negara berkembang lainnya. Pada November 2020 Omnibus Law Cipta Kerja disahkan untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja. 

Untuk menarik investasi asing dalam pembiayaan proyek, khususnya infrastruktur, pemerintah telah membentuk sovereign wealth fund dan secara intensif mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur. 

Baca juga : Meski Pandemi Covid, Harga Rumah Nasional Naik 5,24 Persen

"Indonesia masih akan menjadi tujuan investasi dana asing ke depannya," ujar Hans. 

Menurut Hans, IHSG juga akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, salah satunya pergerakan bursa utama Wall Street. Naiknya kembali Wall Sreet karena membaiknya kinerja laba korporasi serta terkendalinya yield obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menjadi sentimen positif bagi pasar. 

Pekan ini pelaku pasar juga akan mencermati rencana Presiden Joe Biden terkait kenaikan pajak. Selain itu, pelaku pasar akan menantikan pernyataan Gubernur bank sentral AS Federal Reserved pada pertemuan 28 April mendatang, serta perkembangan kasus Covid-19 di berbagai negara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement