Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

ByteDance di Beijing Nyatakan Belum Berencana Lakukan IPO

Ahad 25 Apr 2021 21:23 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha

 Orang-orang menggunakan ponsel mereka di Shanghai, Cina, 03 Agustus 2020. ByteDance yang berbasis di Beijing menyatakan pada Jumat lalu, perusahaannya tidak berencana melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) dalam waktu dekat.

Orang-orang menggunakan ponsel mereka di Shanghai, Cina, 03 Agustus 2020. ByteDance yang berbasis di Beijing menyatakan pada Jumat lalu, perusahaannya tidak berencana melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) dalam waktu dekat.

Foto: EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI
ByteDance telah menjajaki kemungkinan membuat daftar Douyin di New York

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- ByteDance yang berbasis di Beijing menyatakan pada Jumat lalu, perusahaannya tidak berencana melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) dalam waktu dekat. Meski begitu, perusahaan teknologi itu terus bergerak selangkah lebih dekat ke IPO yang sangat dinantikan. 

Pada bulan lalu, ByteDance mempekerjakan mantan eksekutif Xiaomi yakni Shou Chew untuk menjabat sebagai kepala keuangan. "Ada spekulasi media baru-baru ini tentang rencana IPO kami. Kami ingin mengklarifikasi, kami belum siap pada tahap ini, kami belum punya rencana IPO," ujar perusahaan pemilik aplikasi Tiktok tersebut seperti dilansir Reuters, Ahad (25/4).

Reuters melaporkan, ByteDance telah menjajaki kemungkinan membuat daftar Douyin di New York atau Hong Kong. Douyin merupakan aplikasi Tiktok versi China.

Kemungkinan ByteDance pun mendapatkan daftar publik untuk beberapa bisnis Cinanya. Meliputi Douyin dan pengumpul berita Toutiao.

ByteDance juga melihat potensi IPO bagi bisnis non-China. Termasuk Tiktok yang tidak tersedia di China, Eropa, atau Amerika Serikat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA