Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Pasien Covid-19 Rawat Inap Rumah Sakit di Solo Mulai Naik

Senin 26 Apr 2021 02:02 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini

Terminal Tipe A Tirtonadi Solo mulai memberlakukan fasilitas tes cepat Covid-19 dengan GeNose kepada para penumpang mulai Senin (12/4). Fasilitas tes GeNose yang ditempatkan di pintu kedatangan tersebut khusus bagi penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Foto:
Peningkatan pasien tidak sampai membuat kapasitas ruang isolasi Covid-19 penuh

Sementara itu, Pakar Epidemologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Tonang Dwi Ardyanto, menyatakan penyebaran kasus Covid-19 di Solo maupun Solo Raya mulai naik kembali. Hal itu juga terlihat dari jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit mulai meningkat, dsri sebelumnya sudah agak sepi dalam beberapa waktu terakhir.

"Beberapa rumah sakit yang menutup bangsal Covid-19, sekarang ini kita persiapan untuk mulai buka lagi karena tanda-tandanya mulai muncul tambahan-tambahan kasus lagi saat ini," kata Tonang secara terpisah.

Dia menyebut, kenaikan pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap juga terjadi di Rumah Sakit UNS. Meskipun tidak signifikan, tetapi aliran penambahan pasien terasa naik.

Menurutnya, kapasitas bangsal Covid-19 di Rumah Sakit UNS sempat mencapai 80 tempat tidur. Kemudian, manajemen rumah sakit mengambil separuhnya untuk disiapkan bagi pasien biasa. Namun, RS UNS memiliki kesiapan dalam 24 jam jika terjadi lonjakan pasien maka bangsal-bangsal tersebut langsung menjadi bangsal Covid-19 kembali.

"Faktornya karena mungkin merasa kasus sudah turun banyak, lama tidak ada kasus baru, dan merasa tervaksinasi, itu yang kami rasakan," ucapnya.

Tonang menjelaskan, keberhasilan vaksin bukan dilihat dari orang per orang, melainkan cakupan vaksinasi. Jika cakupannya sudah terpenuhi dan kasusnya terkendali, maka kegiatan masyarakat baru bisa dilonggarkan.

Dia mencontohkan penyebaran kasus Covid-19 di Chili, India, Thailand karena pelonggaran yang tergesa-gesa akhirnya menjadikan kasusnya melonjak lagi. "Semoga kita tidak sampai seburuk itu. Tapi minimal kita sadar memang ada sesuatu yang harus diperbaiki. Ya tadi itu, jangan menganggap sudah aman semua," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA