Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Meluruskan Makna Zuhud

Ahad 25 Apr 2021 15:30 WIB

Red: Ani Nursalikah

Meluruskan Makna Zuhud

Meluruskan Makna Zuhud

Foto: Antara/Risky Andrianto
Mereka mengidentikkan zuhud dengan tampilan kumal dan keterbelakangan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ahmad Fatoni, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab FAI UMM

Salah satu ajaran Islam yang banyak disalahpahami orang awam ialah zuhud. Banyak di antara mereka mengartikan zuhud sebagai sikap tidak mau mengikuti semangat zaman sehingga mereka enggan mempraktikkannya dalam hidup kekinian.

Mereka mengidentikkan zuhud dengan tampilan kumal dan keterbelakangan. Kesalahpahaman inilah yang membuat mereka tidak dapat mereguk manfaat serta besarnya pahala zuhud sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah SAW.

Baca Juga

Sekadar contoh, memaknai zuhud sebagai sikap tidak mau maju di bidang ekonomi adalah salah besar. Nabi Muhammad SAW sama sekali tidak pernah melarang umatnya untuk maju dari segi perekonomian.

Banyak sahabat di sekeliling beliau yang kaya raya dan menjadi saudagar tajir kala itu. Zuhud bukanlah penghalang bagi siapa pun untuk menjadi pengusaha atau eksekutif sukses.

Definisi zuhud yang sebenarnya adalah membuang rasa cinta berlebihan terhadap dunia dan seisinya dari dalam hati. Mengutip Imam al-Junaid dalam kitab Madarij as-Salikin, ia menulis, “orang yang zuhud tidak menjadi bangga karena memiliki dunia dan tidak menjadi sedih karena kehilangan dunia.”

 

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA