Sabtu 24 Apr 2021 00:40 WIB

PT PP Kebut Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang

KIT Batang merupakan salah satu proyek strategis nasional

Rep: Novita Intan/ Red: Satria K Yudha
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) tiba di kawasan Grand Batang City atau Kawasan Industri Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (21/4/2021). Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau kesiapan pembangunan Grand Batang City dengan progres pematangan lahan fase 1 seluas 450 hektare pada zona 1 sebesar 99,80 persen, zona 2 sebesar 99,7 persen, dan zona 3 sebesar 99,63 persen yang nantinya pada Mei 2021 akan dilaksanakan
Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) tiba di kawasan Grand Batang City atau Kawasan Industri Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (21/4/2021). Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau kesiapan pembangunan Grand Batang City dengan progres pematangan lahan fase 1 seluas 450 hektare pada zona 1 sebesar 99,80 persen, zona 2 sebesar 99,7 persen, dan zona 3 sebesar 99,63 persen yang nantinya pada Mei 2021 akan dilaksanakan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- PT PP (Persero) melalui entitas asosiasinya PT Kawasan Industri Terpadu Batang mempercepat progres pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City. Pada pertengahan April, pembangunan pekerjaan lapangan KIT Batang klaster 1 fase 1 seluas 450 hektare telah mencapai 95,17 persen. 

Direktur Utama PP Novel Arsyad mengatakan, perseroan menargetkan KIT Batang klaster 1 fase 1 dapat selesai tahun ini. “Pertengahan April 2021, progress pembangunan pekerjaan zona 1, zona 2, dan zona 3 pada klaster tersebut telah mencapai 99,80 persen, 99,71 persen, dan 99,12 persen. Dengan progres yang sudah berjalan tersebut, PTPP optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan lapangan tersebut tepat waktu sesuai target,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/4).

Novel menyebut, diselesaikannya pekerjaan pada klaster tersebut diharapkan para investor dapat segera masuk untuk memulai pembangunan pabrik. Saat ini, pekerjaan yang tengah dilakukan oleh perseroan antara lain melakukan pematangan lahan, pekerjaan cut and fill serta menyiapkan lahan siap bangun bagi para investor. 

“Dengan segera dibukanya Grand Batang City, perseroan berharap dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di daerah Batang dan Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.

Menurutnya, perseroan juga dipercaya untuk mengerjakan paket I.1.B pembangunan jalan KIT Batang dengan lingkup pekerjaan, antara lain, pembangunan jalan baru sepanjang 3.639 kilometer dan satu jembatan sepanjang 84 meter. 

“Proyek yang didanai oleh APBN memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Pada pertengahan April 2021, pelaksanaan Pembangunan Jalan KIT Batang telah mencapai progres sebesar 43,71 persen,” ucapnya. 

Proyek pembangunan KIT Batang merupakan salah satu proyek strategis nasional yang digagas pemerintah. Adapun proyek ini bertujuan mendorong penguatan sektor industri di Indonesia. 

Maka itu, perseroan mendukung setiap program yang dicanangkan oleh pemerintah gua meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia. KIT Batang terletak di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektare. 

Pembangunan KIT Batang dibagi menjadi tiga klaster, yaitu klaster I seluas 3.100 hektare, klaster II seluas 800 hektare, dan klaster III seluas 400 hektare. KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru, sehingga diharapkan dapat mendatangkan para investor asing.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement