Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Menkes: Ada Sedikit Kenaikan Angka Keterisian RS

Jumat 23 Apr 2021 15:47 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Foto: MUHAMMAD IQBAL/ANTARA
Kenaikan angka keterisian RS terjadi di Sumatera, Jakarta dan Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengemukakan bahwa penambahan pasien Covid-19 yang terjadi di beberapa daerah masih bisa ditangani oleh rumah sakit (RS). Kenaikan angka keterisian RS (BOR) di antaranya terjadi di Sumatera, Jakarta dan Jawa Barat.

"Kita lihat di rumah sakit pemerintah di daerah Sumatera sejak liburan Paskah ada kenaikan sedikit tapi BOR-nya juga masih di bawah," katanya dalam acara webinar, Jumat, mengenai tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (Bed Occupancy Rate/BOR) untuk pasien Covid-19.

Budi mengatakan, peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan juga dilaporkan terjadi di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Namun, dia tidak menjelaskan secara terperinci data kenaikannya.

Baca Juga

"Di Jakarta beberapa rumah sakit mengalami kenaikan, tapi BOR-nya masih di bawah. Kita belum kekurangan tempat tidur rumah sakit. Di Jawa Barat ada kenaikan sedikit dari kasus dan jumlah pasien di rumah sakit," katanya.

Budi mengatakan, bahwa penambahan kasus penularan Covid-19 yang terjadi saat ini masih tergolong rendah. Dia meminta masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan agar lonjakan kasus tidak terjadi.

Budi tidak ingin lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di India sampai melanda Indonesia."India kenaikannya cukup tinggi sekali, disebabkan oleh dua hal, pertama karena ada mutasi (virus) baru di sana dan kedua karena ada penurunan cukup drastis sejak Desember 2020 banyak pelonggaran-pelonggaran yang dilakukan terlalu cepat," katanya.

Pelonggaran yang dia maksud meliputi pemberian izin bagi kegiatan keagamaan yang mengundang banyak orang. Budi mengemukakan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro terbukti efektif menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia.

"Dengan PPKM Mikro dan vaksinasi kita alami penurunan sama seperti yang dialami India pada September lalu dan penurunannya cukup drastis," katanya.

"Belajar dari India, kita harus hati-hati lihat tren ini seperti apa. Sejak liburan Paskah dua pekan lalu kita lihat pekan ini rata-rata mulai naik sedikit. Ini tugas bersama. Jangan sampai seperti India. Lebih baik waspada sejak awal," ia menambahkan.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mencatat BOR di RS yang menangani pasien Covid-19 kini sebanyak 36,5 persen per 5 April 2021.

"BOR 36,5 persen per 5 April 2021. Terasa sekali adanya penurunan kasus di ruang isolasi biasa," kata Sekretaris Jenderal Persi Lia G Partakusuma saat dihubungi Republika, Kamis (22/4).

Kendati demikian, pihaknya mencatat hunian pasien Covid-19 di ruang ICU belum banyak berkurang. Terkait RS rujukan di Tanah Air yang menangani pasien Covid-19, Lia menyebutkan, totalnya sekitar 900-an. Kendati demikian, dia melanjutkan, RS non-rujukan juga menerima pasien Covid-19.

"Jadi tidak dibatasi, jadi mau RS rujukan atau tidak boleh saja terima pasien Covid-19. Beberapa waktu lalu kan sekitar 2 ribuan RS yang pernah melayani Covid-19 menagihkan klaim Covid-19," katanya.

 

photo
Infografis Mutasi Virus Corona - (republika.co.id)

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA