Olahraga Aman Saat Puasa, Ahli: Jangan Dipaksakan

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah

 Jumat 23 Apr 2021 15:44 WIB

Olahraga Aman Saat Puasa, Ahli: Jangan Dipaksakan. Warga berolahraga di halaman Jakarta International Velodrome, Ahad (18/4/2021). Velodrome menjadi salah satu tempat pilihan warga untuk berolahraga sekaligus menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit. Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja Olahraga Aman Saat Puasa, Ahli: Jangan Dipaksakan. Warga berolahraga di halaman Jakarta International Velodrome, Ahad (18/4/2021). Velodrome menjadi salah satu tempat pilihan warga untuk berolahraga sekaligus menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

Konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan cairan saat berbuka dan sahur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ahli berpendapat selama Ramadhan kita tetap bisa melakukan olahraga 30 hari penuh meski durasinya tidak selama hari-hari biasa. Intinya, olahraga itu tidak perlu dipaksakan.

Mengutip Womens Health Mag, Jumat (23/4), ada beberapa saran dari para ahli mengenai cara olahraga selama Ramadhan. Pertama, menurut ahli, Sayyada Mawji, berolahraga yang tepat selama bulan Ramadhan dilakukan sebelum berbuka puasa dan antara sahur di puasa berikutnya.

Menurut dia, waktu-waktu itu adalah waktu terbaik karena dapat makan dan minum setelah berolahraga dan memulihkan dehidrasi tubuh. Kedua, menurut dokter Mawji, berolahraga saat berpuasa memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, perlu diingat agar tetap bijaksana dan mendengarkan kebutuhan tubuh.

Baca Juga

"Ini berarti Anda mungkin harus menyesuaikan cara biasa Anda untuk mengurangi intensitas latihan," tambah dia.

Saran ketiga, kita perlu menggandakan hidrasi antara buka puasa dan sahur. Kekurangan air adalah sesuatu yang harus diwaspadai, terutama saat melakukan ibadah puasa.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X