Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Alasan Mengapa Vaksin Covid-19 Sebabkan Nyeri Lengan

Jumat 23 Apr 2021 14:22 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Friska Yolandha

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke atlet di Sport Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (5/4). Salah satu efek samping paling umum setelah menerima vaksin Covid-19 adalah nyeri lengan.

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke atlet di Sport Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (5/4). Salah satu efek samping paling umum setelah menerima vaksin Covid-19 adalah nyeri lengan.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Vaksin Covid-19 bersifat raktogenik atau sering kali menyebabkan efek samping.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu efek samping paling umum setelah menerima vaksin Covid-19 adalah nyeri lengan. Untuk meredakan lengan yang nyeri, badan kesehatan menyarankan untuk mengompres area yang sakit dengan air dingin. Namun, sebenarnya apa yang menyebabkan lengan nyeri usai vaksin?

Profesor di Departemen Kesehatan Internasional Johns Hopkins AS, Dr Anna Durbin, menjelaskan bahwa lengan terasa nyeri sebab vaksin disuntikkan dalam sejumlah cairan ke dalam otot.

"Tidak ada banyak ruang untuk cairan itu masuk dan saat Anda meregangkan serat otot tempat Anda menyuntikkan vaksin, itu bisa menyakitkan dan butuh beberapa saat agar cairan turun. Jadi, itu seperti memar di otot Anda, begitulah yang saya gambarkan,” kata dia seperti dilansir dari laman Fox News pada Jumat (23/4).

Sementara itu, Kepala Petugas Medis dari situs perawatan kesehatan WebMD, Dr John Whyte, mengungkapkan bahwa vaksin Covid-19 bersifat reaktogenik. Artinya, vaksin sering kali menyebabkan efek samping untuk menciptakan respons kekebalan.

“Apalagi untuk dosis kedua, biasanya memberi efek samping yang lebih intens karena ini adalah booster. Anda harus mengembangkan respons imun yang lebih kuat. Perlu dicatat bahwa ini bukan hal aneh karena banyak vaksin lain yang bersifat reaktogenik,” kata Whyte menjelaskan.

Namun, respons imun setiap orang berbeda. Karenanya, Whyte menekankan bahwa sedikit atau tidak mengalami efek samping setelah divaksin, bukanlah parameter dari efektivitas vaksin bekerja.

"Jika Anda tidak mengalami banyak efek samping dari vaksin, itu bukan berarti tubuh Anda tidak merespons kekebalan. Vaksin tetap bekerja dengan baik,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA