Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Jadi Tren di Tiktok, Benarkah Klorofil Cair Menyehatkan?

Jumat 23 Apr 2021 13:22 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Media sosial Tiktok kembali diramaikan dengan tren kesehatan baru berupa minuman klorofil cair (ilustrasi).

Media sosial Tiktok kembali diramaikan dengan tren kesehatan baru berupa minuman klorofil cair (ilustrasi).

Foto: wikipedia
Klaim-klaim menakjubkan membuat banyak orang tergoda mencoba tren ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media sosial Tiktok kembali diramaikan dengan tren kesehatan baru berupa minuman klorofil cair. Minuman ini disebut-sebut sebagai produk ajaib yang memiliki segudang manfaat seperti membantu penurunan berat badan hingga mengurangi jerawat.

Dengan klaim-klaim menakjubkan tersebut, tak heran bila semakin banyak orang tergoda untuk mencoba tren ini. Terlebih, minuman klorofil cair ini tampak menyegarkan dan proses pembuatannya sangat mudah. Untuk membuat minuman ini, cukup tambahkan beberapa tetes produk klorofil cair ke dalam air putih, lalu tambahkan es batu dan perasan lemon.

Terlepas dari popularitasnya, klaim kesehatan yang disematkan pada minuman klorofil cair ini ternyata tidak tepat. Klorofil pada dasarnya merupakan pigmen yang memberikan warna hijau pada tumbuhan, termasuk tumbuhan yang biasa disantap oleh manusia.

"Tumbuhan menggunakan klorofil untuk memerangkap cahaya yang dibutuhkan dalam fotosintesis. Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan kacang hijau merupakan sumber alami yang kaya klorofil," ujar ahli gizi Lisa Young PhD RDN, seperti dilansir di laman VeryWellHealth, Jumat (23/4).

Produk-produk klorofil cair yang saat ini sedang tren di media sosial kemungkinan bukan klorofil murni melainkan klorofilin. Young menjelaskan, klorofilin adalah campuran semi sintetis dari garam natrium tembaga larut air yang berasal dari klorofil.

Produk klorofil cair mungkin memang memiliki manfaat. Akan tetapi, ada banyak pula klaim kesehatan berlebihan mengenai produk klorofil cair yang tidak didukung oleh bukti illmiah.

Tak semua klaim mengenai klorofil terbukti benar. Melalui Journal of Dietary Supplements, peneliti mengungkapkan ada beberapa klaim yang memiliki bukti ilmiah tidak jelas atau bermasalah. Klaim-klaim tersebut meliputi manfaat konsumsi klorofil untuk kondisi-kondisi seperti berikut, di antaranya kontrol inflamasi untuk pankreatitis, pencegahan kanker, penyakit payudara fibrokistik, herpes, dan gangguan metabolik.

 

Peneliti juga mendapati beberapa klaim yang ternyata memiliki bukti yang kurang atau lemah. Klaim-klaim tersebut meliputi manfaat konsumsi klorofil untuk anemia, antivirus, bau mulut, bau badan, detoksifikasi, dan diabetes.

Bagi individu dengan kondisi kesehatan yang baik, meminum klorofil cair setiap hari tidak begitu berisiko selama dikonsumsi secukupnya atau tidak berlebihan. Namun, konsumsi klorofil cair dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat dan dapat menodai gigi.

"Dosis terbaik dan potensi efek samping belum diketahui, (penggunaan klorofil cair) juga belum diteliti pada ibu hamil dan menyusui," ujar Young.

Akan tetapi, konsumsi klorofil cair bukan sebuah keharusan untuk menciptakan pola hidup sehat. Asupan klorofil juga bisa didapatkan melalui makanan sehat yang kaya akan sayuran hijau.

Oleh karena itu, Young menyarankan masyarkat untuk tidak mengandalkan suplemen klorofil cair sebagai pilihan pertama untuk mendapatkan asupan klorofil. Akan lebih menyehatkan bila asupan klorofil didapatkan dengan meningkatkan asupan sayuran hijau baik dalam kondisi segar atau beku.

Ahli Gizi, Tracy Lockwood Beckerman MS RDN, juga menilai klorofil cair boleh saja dikonsumsi untuk manfaat gizi dan antioksidannya. Akan tetapi, orang-orang tak boleh mengandalkan produk ini untuk menurunkan berat badan karena beum ada bukti yang meyakinkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA