Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Krisis Oksigen, RS India Kelimpungan Hadapi Pasien Covid-19

Jumat 23 Apr 2021 13:17 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Orang-orang dengan pakaian pelindung pribadi menunggu di luar kamar mayat untuk mengambil jenazah kerabat mereka yang meninggal karena virus corona, di New Delhi, India, Senin, 19 April 2021.

Orang-orang dengan pakaian pelindung pribadi menunggu di luar kamar mayat untuk mengambil jenazah kerabat mereka yang meninggal karena virus corona, di New Delhi, India, Senin, 19 April 2021.

Foto: AP/Manish Swarup
Sejumlah pasien Covid-19 di India meninggal dunia karena tidak mendapatkan oksigen.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Enam rumah sakit di ibu kota India, New Delhi kehabisan oksigen. Para dokter mengatakan, rumah sakit lain memiliki persediaan oksigen untuk beberapa jam.

Sejumlah pasien Covid-19 meninggal dunia karena tidak mendapatkan oksigen. Sementara lebih dari 99 persen dari semua tempat tidur di perawatan intensif di seluruh rumah sakit telah penuh.

India mencatat penghitungan harian tertinggi di dunia pada Kamis (22/4), yaitu mencapai 314.835 kasus virus corona dan kematian meningkat 2.104.

Baca Juga

Staiun televisi NDTV Delhi melaporkan, otoritas negara menghentikan pengiriman tanki oksigen ke negara bagian lain. Sementara beberapa fasilitas dituduh menimbun persediaan oksigen.

Politisi India Saurabh Bharadwaj, yang dirawat di rumah sakit Delhi karena Covid-19, memposting permohonan bantuan dalam bahasa Hindi di Twitter. Dia mengatakan, persediaan oksigen di rumah sakit tempat dia dirawat hanya memiliki suplai oksigen untuk tiga jam ke depan.

“Banyak orang yang bergantung pada oksigen dan tanpa oksigen, orang-orang ini akan mati, seperti ikan mati jika tidak ada air. Saatnua bagi semua untuk bekerja sama," ujar Bharadwaj.

BBC melaporkan, Delhi dikenal memiliki salah satu fasilitas perawatan kesehatan terbaik di India. Tetapi rumah sakit di Delhi mulai bertekuk lutut oleh lonjakan kasus virus corona.

Baca juga : 127 WNA India Masuk ke Indonesia Gunakan Pesawat Carter

Kekurangan suplai oksigen membuat situasi di rumah sakit menjadi tidak terkendali. Seorang dokter yang bekerja di rumah sakit pemerintah di selatan Indiamengatakan ketegangan semakin meningkat.

"Pasien mencoba memukul dokter. Mereka menyalahkan dokter atas segalanya dan bahkan manajemen (rumah sakit) juga menyalahkan para dokter. Ini adalah lingkungan yang membuat stres," ujar dokter yang tidak mau disebutkan namanya.

"Saat ini 99 persen oksigen sudah terpakai, dan hanya tersisa 1 persen. Ini situasi yang sangat menyedihkan," ujar dokter tersebut menambahkan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA