Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

LMI Salurkan Bantuan Alat Pres Perajin Minyak Kelapa

Jumat 23 Apr 2021 13:10 WIB

Red: Agung Sasongko

Pada Senin (19/4), Laznas LMI menyalurkan bantuan berupa alat pres parutan kelapa.

Pada Senin (19/4), Laznas LMI menyalurkan bantuan berupa alat pres parutan kelapa.

Foto: Dok LMi
Dari 100 batok kelapa, biasanya hanya menghasilkan 15 botol ukuran 600 ml.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Halmahera Selatan dengan jutaan pohon kelapa menjadi satu komoditas yang menarik. Selama ini masyarakat hanya mengolah kelapa sebatas kopra dan dijual ke pengepul. Tidak banyak yang memilih mengolah kelapa yang ada untuk menjadi minyak kelapa.

Rahima adalah salah satu warga yang memanfaatkan kelapa yang ada menjadi minyak kelapa. Sudah 10 tahun warga desa Kupal, Bacan Selatan, Halmahera Selatan, itu menekuni usaha minyak kelapa meski dengan peralatan sederhana dan hasil yang seadanya.

Kelapa memang komoditas menarik, tapi tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan petaninya. Karena itulah, untuk menambah penghasilan, Rahima beserta sejumlah ibu rumah tangga lainnya berusaha mengolah kelapa yang ada untuk menjadi minyak kelapa.

Dengan alat sederhana, proses pembuatan dimulai dari parutan, kemudian hasil parutan direndam dua ember air untuk dapat diperas manual dengan alat bantu kain. Selanjutnya, dimasak selama kurang lebih 6 jam di atas tungku besar hingga air menguap dan tersisa minyak kelapanya.

Dari 100 batok kelapa, biasanya hanya menghasilkan 15 botol ukuran 600 ml yang dikemas dalam botol air mineral bekas. Dengan harga Rp 10 ribu/botol, perajin hanya mendapatkan Rp 150 ribu sekali produksi. Lama dan lelahnya proses produksi juga menyebabkan pembuatan minyak kelapa, hanya dilakukan satu pekan sekali.

Meskipun demikian, keunggulan minyak kelapa ini adalah murni hasil dari olahan kelapa tanpa campuran pengawet dan bahan lainnya.

Pada Senin (19/4), Laznas LMI menyalurkan bantuan berupa alat pres parutan kelapa. Alat ini akan membuat kelapa parut tidak perlu lagi ditambahkan banyak air untuk dapat diambil santannya. Kemudian juga dapat menghasilkan perasan yang lebih banyak karena ampas kelapa dipres sehingga lebih kering.

Rahima menerima alat pres ini dengan bahagia. Dengan alat ini, dia berharap dapat memudahkan dalam kerja. “Alhamdulillah, kita bersyukur dapat bantuan dari LMI,” tutur Rahima tersenyum bahagia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA