Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Senat AS Loloskan RUU Kejahatan Rasial Terhadap Orang Asia

Jumat 23 Apr 2021 09:36 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Unjuk rasa anti kekerasan rasial terhadap orang Asia di Amerika Serikat.

Unjuk rasa anti kekerasan rasial terhadap orang Asia di Amerika Serikat.

Foto: VOA.com
Laporan kekerasan terhadap orang AS keturunan Asia telah melonjak sejak awal pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senat Amerika Serikat (AS) mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) untuk memerangi peningkatan kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika pada Kamis (22/4). RUU itu disahkan melalui pemungutan suara bipartisan dengan mayoritas 94 suara, dan satu suara menolak.

Senator Missouri, Josh Hawley merupakan satu-satunya anggota Senat yang tidak memberikan suara. RUU itu harus melewati House of Representative yang mayoritas diduduki oleh Partai Demokrat, sebelum ditandatangani oleh Presiden Joe Biden.

"Ketika diberi kesempatan untuk bekerja, Senat dapat bekerja. Anggota dari kedua pihak telah bekerja bersama untuk mempertimbangkan dan menyempurnakan, serta memberlakukan undang-undang dalam menanggapi masalah yang mendesak," kata Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer.

Baca Juga

Senat meminta Departemen Kehakiman untuk mempercepat peninjauan kejahatan rasial yang dilaporkan ke polisi selama pandemi Covid-19. Hal itu akan memberikan panduan bagi lembaga penegak hukum lokal untuk melaporkan kejahatan rasial, memperluas kampanye pendidikan publik, dan memerangi bahasa diskriminatif dalam menggambarkan pandemi.

"Undang-undang ini akan meningkatkan tanggapan Departemen Kehakiman terhadap peningkatan mengerikan dalam insiden kebencian yang menargetkan komunitas Asia Amerika dan Kepulauan Pasifik (AAPI)," kata Senat Demokrat, Dick Durbin.

Laporan kekerasan terhadap orang Amerika keturunan Asia telah melonjak sejak awal pandemi virus corona. Aktivis dan polisi mengatakan sentimen anti-Asia dipicu oleh komentar dari mantan Presiden Donald Trump yang menyalahkan pandemi di China menggunakan istilah seperti "kung flu".

Dilansir Aljazirah, Jumat (24/4), di Kalifornia dan New York, yang merupakan rumah bagi populasi Asia-Amerika yang besar, telah terjadi insiden kekerasan yang mengkhawatirkan. Pada Maret, seorang pria Amerika keturunan Asia, Pak Ho (75 tahun), meninggal setelah didorong hingga jatuh tersungkur ke tanah saat berjalan-jalan pagi di dekat rumahnya di Oakland. Seorang tersangka menghadapi dakwaan penyerangan tetapi bukan dakwaan kejahatan rasial.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA