Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Turki Selidiki Penipuan Uang Kripto Senilai Rp 29 Triliun

Jumat 23 Apr 2021 08:48 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Uang kripto (ilustrasi)

Uang kripto (ilustrasi)

Foto: pixabay
Banyak orang di Turki telah beralih ke mata uang kripto.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA --  Jaksa Turki melakukan penyelidikan terhadap pertukaran mata uang kripto atas tuduhan penipuan sekitar 390.000 investor dengan nilai dua miliar dolar AS atau setara Rp 29 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar AS).  Seperti dilansir dari laman AP, Jumat (23/4) Kantor kepala jaksa Istanbul mengatakan pihaknya sedang menyelidiki pertukaran cryptocurrency Thodex menyusul keluhan dari pengguna yang tidak dapat mengakses aset mereka.

Disinyalir Pemilik Thodex Faruk Fatih Ozer menonaktifkan akun media sosialnya dan diyakini telah melarikan diri dari Turki ke Tirana, Albania, lapor penyiar Turki Haberturk.

Ozer dapat menghadapi kemungkinan tuduhan penipuan dan membentuk organisasi kriminal, kata Haberturk, menambahkan unit kejahatan dunia maya polisi menggeledah kantor Thodex di Istanbul. Sementara badan investigasi kejahatan keuangan negara memblokir semua dana Thodex.

Baca Juga

Ozer membantah tuduhan penipuan dan mengatakan telah meninggalkan Turki untuk mengadakan pertemuan dengan investor asing. Dia mengatakan akan kembali ke Turki dalam beberapa hari untuk bekerja sama dengan otoritas Turki.

Ozer juga menyatakan akses ke pertukaran mata uang kripto ditutup sementara untuk memungkinkan Thodex menyelidiki dugaan serangan dunia maya.

Awal pekan ini, Thodex memberitahu pengguna bahwa mereka akan menghentikan operasi selama enam jam untuk pemeliharaan dan kemudian memperpanjang periode itu menjadi empat sampai lima hari.

Pekan lalu lalu, bank sentral Turki mengumumkan mereka melarang penggunaan cryptocurrency untuk pembayaran barang, dengan mengatakan hal itu menghadirkan risiko yang tidak dapat dibatalkan.

Keputusan itu datang karena banyak orang di Turki telah beralih ke cryptocurrency untuk melindungi tabungan mereka dari kenaikan inflasi dan kemerosotan mata uang Turki.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA