Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Alasan Tiga Mualaf Perempuan ini Memilih Islam

Jumat 23 Apr 2021 05:43 WIB

Rep: Meilida Laveza/ Red: Agung Sasongko

Mualaf (ilustrasi)

Mualaf (ilustrasi)

Foto: Onislam
Islam merupakan agama damai.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Islam merupakan agama damai. Beberapa orang diberikan hidayah oleh Allah sehingga mereka bisa masuk Islam. Cerita mereka temukan hidayah sangat menginspirasi kita.

Berikut kisah tiga perempuan hebat yang menjadi mualaf seperti dilansir Swissinfo, Kamis (22/4):

1.Barbara Veljiji temukan kedamaian batin

Baca Juga

Barbara Veljiji menaiki tangga ke kamar yang nyaman di rumah pertaniannya. Api berderak di tungku kayu bakar, menjaga ruangan tetap hangat di hari musim semi yang sejuk ini. Veljiji tinggal bersama suaminya yang berasal dari Albania, ketiga putranya, menantu, dan ibunya di pedesaan di barat Bern, Swiss.

Dia masuk Islam pada tahun 1992 saat usianya 23 tahun. “Saya pikir itu itikad baik. Berkat Islam, saya telah menemukan kedamaian batin,” kata Veljiji. Dia telah mengenakan jilbab selama sembilan tahun terakhir. Selain itu, dia juga shalat, berdoa, berpuasa, dan hanya makan produk halal.

Dia mengambil pendekatan pragmatis terhadap perannya dan suaminya. Karena dia menghasilkan lebih banyak dalam profesinya, dia telah menjadi pencari nafkah sejak kelahiran anak terakhirnya dan suaminya mengurus rumah tangga. Meskipun model ini tidak terlalu Islami, dia mengatakan dia tidak dapat membayangkannya dengan cara lain karena dia menikmati pekerjaannya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA