Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Menlu Filipina akan Wakili Duterte di KTT ASEAN Soal Myanmar

Kamis 22 Apr 2021 20:48 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Rodrigo Duterte tak Izinkan Anak-Anak Bersekolah.

Presiden Rodrigo Duterte tak Izinkan Anak-Anak Bersekolah.

Foto: Ace Morandante/Fotografer Istana Malacanang v
Duterte memutuskan tak hadir karena fokus atasi masalah domestik peningkatan Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr. akan mewakili Presiden Rodrigo Duterte pada konferensi tingkat tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) guna membahas krisis di Myanmar. Duterte memutuskan untuk tetap berada di Filipina buat menangani masalah domestik yang mendesak. sehubungan dengan lonjakan kasus virus Corona. Demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Filipina yang dirilis Kamis.

Kemlu Filipina mengatakan bahwa Duterte menunjuk Locsin sebagai utusan khususnya dalam pertemuan puncak ASEAN, yang akan dilaksanakan secara tatap muka untuk pertama kalinya sejak pandemi, di Jakarta pada Sabtu (24/4).

Filipina sangat mendukung penyelenggaraan pertemuan bahkan tanpa kehadiran penuh dari semua pemimpin ASEAN. Pertemuan khusus para pemimpin ini akan membahas hal-hal yang mendesak di kawasan, termasuk upaya pemulihan pandemi, situasi di Myanmar, upaya pembangunan komunitas ASEAN, hubungan eksternal, serta masalah regional dan internasional.

Baca Juga

Kemlu Filipina mengatakan Locsin akan menyampaikan komitmen Manila terhadap upaya ASEAN dalam mengatasi ancaman dan tantangan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Locsin juga akan mengungkapkan dukungan Filipina atas inisiatif Brunei Darussalam dan Sekretaris Jenderal ASEAN buat mengunjungi Myanmar, dan menjadi ujung tombak tanggapan blok tersebut terhadap krisis di negara yang dilanda unjuk rasa sejak kudeta militer pada 1 Februari 2021.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA