Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Jokowi Ajak Masyarakat Doakan Pencarian KRI Nanggala-402

Kamis 22 Apr 2021 19:42 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Jokowi mengajak masyarakat turut mendoakan upaya pencarian KRI Nanggala-402.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala-402. Kapal selam KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak di perairan Bali bagian utara, Rabu (21/4) dini pagi. 

"Saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan upaya pencarian dan penyelamatan ini dilancarkan, diberikan kemudahan untuk menemukan kembali KRI Nanggala 402, dan seluruh awaknya dalam keadaan selamat," kata Jokowi saat memberikan keterangan pers, Kamis (22/4).

Baca Juga

Jokowi mengaku telah menerima laporan dari Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan juga Kepala Staf Angkatan Laut terkait insiden ini. Kapal selam ini telah hilang kontak saat tengah melaksanakan latihan di perairan utara Pulau Bali.

Saat ini, upaya pencarian yang dipimpin oleh Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut tengah dilakukan. Jokowi juga telah memerintahkan Panglima TNI, KSAL, dan juga Basarnas agar mengerahkan kekuatan semaksimal mungkin dalam upaya pencarian dan penyelamatan ini.

"Prioritas utama adalah keselamatan 53 awak kapal. Pada keluarga awak kapal saya memahami betul perasaan bapak ibu semuanya saat ini tapi sekali lagi pemerintah telah dan akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di dalam kapal selam tersebut," ucap Jokowi.

KRI Nanggala-402 hilang kontak saat sedang melaksanakan latihan penembakan senjata strategis di perairan selat Bali. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melalui pernyataan resmi menyatakan kapal dari jajaran Armada II Surabaya itu yang akan melaksanakan penembakan torpedo SUT meminta izin menyelam pada pukul 03.00 WIB. 

Setelah diberikan izin menyelam sesuai prosedur, kapal tersebut hilang kontak dan tidak bisa dihubungi. Kemudian, pencarian langsung dilakukan oleh kapal lain yang terlibat dalam satuan tugas latihan tersebut. 

Pada pukul 07.00 WIB, melalui pengamatan udara dengan helikopter ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi awal menyelam. Pada sore hari, Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, seluruh kapal yang memiliki alat pencarian bawah air langsung mencari kapal buatan Jerman itu. 

Pada malam hari, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (AL), Laksamana Pertama Julius Widjojono, menyatakan, titik koordinat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 yang hilang kontak di Perairan Bali sudah diketahui. "Sekitar 95 kilometer sebelah utara dari Pulau Bali," ujar Julius saat dihubungi wartawan, Rabu (21/4).

Ia mengatakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 diperkirakan masuk ke dalam palung dengan kedalaman mencapai 700 meter. Julius menerangkan, saat ini ada dua kapal selam lain yang sedang dalam perjalanan menuju titik koordinat tersebut untuk melakukan pencarian. 

Dia juga mengungkapkan, ada 53 orang yang berada di dalam kapal tersebut. Jumlah tersebut terdiri dari 49 orang anak buah kapal atau ABK, satu orang komandan kapal, dan tiga orang artileri senjata angkatan laut atau arsenal. KRI Nanggala-402 menjadi salah satu pelaku pada latihan penembakan rudal di Laut Bali, yang direncanakan dilaksanakan pada Kamis (22/4) hari ini.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA