Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Stok Pangan di Tasikmalaya Aman hingga Lebaran

Kamis 22 Apr 2021 18:07 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Senin (11/1). Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memastikan stok pangan selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran dalam posisi aman.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Senin (11/1). Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memastikan stok pangan selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran dalam posisi aman.

Foto: republika/bayu
Masyarakat diimbau tidak perlu panic buying karena stok aman.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memastikan stok pangan selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran dalam posisi aman. Karenanya, masyarakat tak perlu khawatir, apalagi panik dalam berbelanja.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Tedi Setiadi meminta masyarakat tak perlu berbelanja secara berlebihan. Sebab, stok pangan hingga menjelang Idulfitri dipastikan aman. 

"Masyarakat tidak perlu panic buying. Tidak usah khawatir," kata dia, Kamis (22/4).

Ia mengakui, sejumlah bahan pokok sempat mengalami kenaikan pada awal Ramadhan. Seperti contoh, harga cabai rawit domba sempat menembus Rp 140 ribu hingga Rp 160 ribu per kilogram. Namun, harga komoditas itu disebut telah kembali normal, menjadi Rp 65 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga beras juga masih terpantau stabil. Untuk beras premium masih berkisar Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kelas medium seharga Rp 9.000 hingga Rp 10.500 per kilogram.

Untuk harga bawang, Tedi menyebutkan, terdaji sedikit kenaikan. Semula harga bawang merah Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 28 per kilogram. Namun, kenaikan itu tak terlalu tinggi. Sedangkan untuk bawang putih mengalami penurunan, yang semula Rp 29 ribu per kilogram menjadi Rp 26 ribu per kilogram.

Ia menambahkan, untuk gula pasir harganya masih sesuai harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 12.500 per kilogram. Namun, harga di pasar pasar tradisional bisa mencapai 13 ribu per kilogram. 

Sementara harga daging ayam ras mengalami kenaikan menjadi Rp 37 per kilogram, dari semula Rp 34 ribu per kilogram. "Namun itu tidak terlalu signifikan," ujar dia. 

Tedi menyebut, kenaikan harga kebutuhan pokok masih dalam taraf wajar. Sebab, selama Ramadhan harga kebutuhan pokok memang biasa selalu naik. 

"Namun, agat tak terjadi kenaikan signifikan, masyarkat tak perlu belanja sampai berlebihan. Insyalah kebutuhan aman. Kalau posisi aman, harga tidak akan naik," kata dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf memastikan, Kebutuhan pangan di daerahnya mencukupi hingga Hari Raya Idulfitri. Ia menegaskan, tak akan ada kekurangan stok pangan di Kota Tasikmalaya.

Namun untuk kepastian harga, ia tak bisa memastikan. Pihaknya akan menyerahkan urusan harga pangan ke Satgas Pangan. Menurut dia, tim Satgas Pangan akan terus melakukan pembatauan di pasar. 

"Kami juga akan turun ke pasar kalau ada perubahan harga signifikan. Diharapkan gejolak harga tak begitu berarti bagi masyarakat yang akan Lebaran," kata dia.

Yusuf juga meminta masyarakat tak perlu panik dalam berbelanja. Artinya, masyarakat diminta belanja sesuai kebutuhan dan tak perlu berlebihan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA