Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Langkah Nadiem Temui Megawati Dinilai Bentuk Perlawanan

Kamis 22 Apr 2021 15:33 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Indira Rezkisari

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bertemu Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bertemu Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Foto: Akun Instagram Nadiem Makarim
Pertemuan dengan Megawati dipandang upaya Nadiem pertahankan posisinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Voxpol Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, merespons soal pertemuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurut Pangi, pertemuan tersebut bisa diartikan sebagai bentuk perlawanan Nadiem terhadap pihak-pihak yang tengah mengincar posisi menteri pendidikan dan kebudayaan.

"Itu sebenarnya bentuk simbol perlawanan sebenarnya bahwa dia berkontribusi juga (atas keterpilihan Jokowi)," kata Pangi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/4).

Baca Juga

Menurutnya, simbol-simbol semacam itu tak dimungkiri cukup berhasil memberi pengaruh. Adanya pertemuan tersebut secara tidak langsung juga akan menjadi pertimbangan bagi Presiden Joko Widodo.

"Itu kan menandakan simbol bahwa ya politik kita ini kan simbol. Artinya, mungkin bagi dia, Jokowi harus mempertimbangkan juga gitu," ujarnya.

Pertemuan tersebut juga dipandang sebagai upaya Nadiem mempertahankan posisinya saat ini. Dengan adanya bukti pertemuan tersebut, Pangi melihat kecil kemungkinan bagi Nadiem di-reshuffle.

"Ada memang desain ke situ, melakukan itu apakah itu alami atau itu adalah cara Nadiem untuk mempertahankan itu, ya. Ya, mungkin saja," ucapnya. "Nadiem mungkin sudah gemas juga karena dia punya banyak saham juga kan keterpilihan Jokowi, mungkin itu bagi dia ada perlawanan di situ," ujarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA