Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Kuartal I 2021, BTN Kantongi Laba Bersih senilai Rp 625 M

Kamis 22 Apr 2021 11:45 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Petugas melayani nasabah yang ingin mengajukan kredit perumahan rakyat (KPR) di kantor pusat BTN di Jalan Gajah Mada Nomor 1, Jakarta Pusat. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 625 miliar pada kuartal satu 2021.

Petugas melayani nasabah yang ingin mengajukan kredit perumahan rakyat (KPR) di kantor pusat BTN di Jalan Gajah Mada Nomor 1, Jakarta Pusat. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 625 miliar pada kuartal satu 2021.

Foto: Foto Dok BTN
Perolehan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 625 miliar pada kuartal I 2021. Adapun realisasi ini meningkat 36,75 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan perolehan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga. Pendapatan bunga naik 2,99 persen menjadi Rp 6,35 triliun. 

Baca Juga

“Perseroan juga telah menekan beban bunga sebesar 10,28 persen dari Rp 3,99 triliun menjadi Rp 3,58 triliun. Dengan langkah tersebut, pendapatan bunga bersih naik level 27,32 persen menjadi Rp 2,77 triliun,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (22/4).

Haru menjelaskan perolehan pendapatan bunga ditopang penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 261,34 triliun per kuartal satu 2021. Penyaluran kredit dan pembiayaan juga naik 3,19 persen dari Rp 253,25 triliun per kuartal satu 2020. 

“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan berada di atas penyaluran kredit perbankan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekam kredit perbankan nasional  terkoreksi hingga dua persen per Januari 2021,” ucapnya.

Dari sisi lain, perseroan berupaya melakukan inovasi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Perseroan juga berupaya memperkuat pencadangan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang muncul akibat tekanan pandemi.

“Kami menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Ke depan, kami akan terus berinovasi, sehingga semakin banyak masyarakat memiliki hunian sekaligus tetap mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif dan berkelanjutan,” ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA