Monday, 14 Jumadil Akhir 1443 / 17 January 2022

Menristek: Perempuan Perlu Berperan dalam Pembangunan Bangsa

Kamis 22 Apr 2021 02:10 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Perempuan Indonesia diminta terus berkontribusi di dalam pembangunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang P.S Brodjonegoro mendorong perempuan-perempuan Indonesia terus berkontribusi di dalam pembangunan. Selama ini, perempuan-perempuan Indonesia sudah memiliki profesi sebagai peneliti, perekayasa, dan inovator.

"Kami akan selalu berusaha mendukung perempuan hebat Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas diri sehingga menjadi lebih mandiri, berperan lebih besar dalam pembangunan bangsa, menjadi generasi penerus yang berkualitas secara ilmu pengetahuan, dan memiliki akhlak yang mulia untuk mencetak generasi penerus bangsa yang siap bersaing secara kompetitif di era global ini," kata Bambang, pada Dialog Interaktif Peringatan Hari Kartini Tahun 2021, Rabu (21/4).

Bambang mengundang para perempuan hebat Indonesia agar menciptakan warisan bagi masa depan Indonesia dan bagi generasi mendatang. Ia juga berharap seluruh perempuan Indonesia pada peringatan Hari Kartini ini, tetap menjadi yang terbaik serta memberikan yang terbaik dalam memajukan Indonesia.

Peringatan Hari Kartini, kata Bambang, merupakan momentum untuk merefleksikan kembali betapa perempuan merupakan sosok yang sangat berperan penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Seterusnya, perempuan harus selalu berkontribusi untuk memajukan Indonesia.

Ia mengatakan, esensi perjuangan RA Kartini telah menginspirasi dan memotivasi kaum perempuan untuk meningkatkan peran serta dalam semua aspek kehidupan. Peran perempuan juga termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Menurutnya, kalimat 'Habis Gelap Terbitlah Terang' merupakan salah satu karya buah RA Kartini yang ditulis saat dalam pingitan dan keadaan sulit, yang telah mampu menginspirasi perempuan di masa lalu hingga saat ini.

"Semangat itu lah yang perlu kita teladani. Di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan keterbatasan lain yang ada tidak menjadi penghalang bagi perempuan Indonesia untuk berkarya," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA