Pidato Rasulullah SAW Ketika Ramadhan Tiba

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

 Rabu 21 Apr 2021 20:38 WIB

Rasulullah SAW berpidato di hadapan sahabat saat Ramadhan. Ilustrasi Rasulullah Foto: Republika/Mardiah Rasulullah SAW berpidato di hadapan sahabat saat Ramadhan. Ilustrasi Rasulullah

Rasulullah SAW berpidato di hadapan sahabat saat Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Hari itu akhir Syaban dan esok harinya, bulan Ramadhan yang agung. Kaum Muslimin di Madinah pun sangat bersuka cita menyambut kedatangan bulan penuh berkah tersebut. 

Syekh Ahmad Rofi Usmani dalam bukunya "Pesona Ibadah Nabi" mengatakan, melihat semangat membara warga Madinah Rasulullah SAW meminta mereka berkumpul untuk mendengar ceramah menyambut Ramadhan. Setelah mereka hadir beliau berceramah kepada penduduk Madinah. Ini sebagaimana hadits riwayat Salman Al Farisi berikut: 

عن سلمان الفارسي رضي الله عنه أنه قال : خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في آخر يوم من شعبان فقال: ” أَيُّهَا النَّاسُ، قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللَّهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً، كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ “. قَالُوا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ. فَقَالَ: ” يُعْطِي اللَّهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ، أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ، أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ، مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوكِهِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ، وَاسْتَكْثِرُوا فِيهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: خَصْلَتَيْنِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخَصْلَتَيْنِ لا غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا، فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ: فَشَهَادَةُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَتَسْتَغْفِرُونَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لا غِنًى بِكُمْ عَنْهَا: فَتُسْأَلُونَ اللَّهَ الْجَنَّةَ، وَتَعُوذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ، وَمَنْ أَشْبَعَ فِيهِ صَائِمًا، سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ

Baca Juga

"Wahai manusia! Kini telah dekat kepada kalian satu bulan Agung, bulan yang sarat dengan berkah titik juga, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik ketimbang seribu bulan. Inilah bulan yang Allah telah menetapkan puasa pada siang harinya sebagai kewajiban dan salat pada malam harinya sebagai sholat sunah. 

Bangrang siapa ingin mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini dengan suatu amalan sunah pahalanya seolah dia melakukan amalan yang wajib di bulan-bulan lain. Dan, barangsiapa melakukan amalan wajib pada bulan ini dia akan dibalas dengan pahala seolah dia telah melakukan 70 amal wajib pada bulan-bulan lain.  

Inilah bulan kesabaran dan imbalan atas kesabaran adalah surga. Inilah bulan simpati terhadap sesama pada bulan ini lah rezeki orang-orang yang beriman ditingkatkan.  

Barangsiapa memberi makan untuk berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa, dia mendapatkan balasan ampunan atas dosa-dosanya dan pembebasan dari neraka jahanam itu. Selain itu dia juga memperoleh ganjaran yang sama sebagaimana ganjaran yang dikaruniakan atas orang yang berpuasa tersebut; tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang yang berpuasa itu. 

Sejenak Rasulullah SAW berhenti saat menyampaikan ceramahnya. Tiba-tiba seorang di antara mereka mengeluh Kepada beliau. "Wahai Rasulullah! Tidak semua di antara kami memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada orang yang sedang berpuasa untuk berbuka." 

Kata Nabi menguatkan hati sahabatnya itu. " Allah akan mengaruniakan balasan ini kepada seseorang yang memberi buka walau hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air atau isap susu."  

Karena Inilah bulan yang pada sepuluh hari pertamanya Allah menurunkan rahmat, 10 hari pertengahannya Allah memberikan ampunan, dan 10 hari yang terakhir Allah membebaskan hamba-hambanya dari neraka jahanam. Barangsiapa meringankan beban hamba sahaya pada bulan ini, SWT akan mengampuninya dan membebaskannya dari neraka. Perbanyaklah pada bulan ini dengan empat hal. 

Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah ialah hendaknya kalian mengucapkan syahadat (persaksian bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya) dan permohonan ampun kepada-Nya sebanyak-banyaknya. Sedangkan dua hal yang kalian pasti memerlukannya ialah hendaknya kalian memohon kepada-Nya untuk masuk surga, dan berlindung kepadanya dari neraka jahanam.  

Dan barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa untuk berbuka, Allah akan memberikannya minum dari telaga yang dengan sekali teguk saja, Dia tak akan pernah kehausan lagi hingga dia memasuk surga."  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X